RSS

belajar mengatakan tidak

Banyak di antara kita hidup sebagai sosok yang terbelenggu untuk selalu mengatakan ”ya”, padahal dalam hati kita sebenarnya ingin sekali mengatakan ”tidak”, baik untuk kepentingan diri kita sendiri maupun untuk kepentingan orang yang cenderung bergantung pada kita. Apalagi, kita berpikir bahwa ketergantungan pada kita, justru membuat orang tertentu tidak mandiri, tidak berkembang karena selalu kita berikan pertolongan padanya dan dengan mudah pula, dirinya mengulang dan mengulang minta tolong pada kita.
”Ibu, saya adalah kakak dari seorang adik laki-laki (H) yang sudah berumur 36 tahun, kami dua bersaudara dan kedua orangtua kami sudah sekitar 7 tahun yang lalu meninggal dunia selang beberapa bulan. Saat orangtua meninggal dunia, H sudah sarjana dan saya sendiri juga sudah berkeluarga dengan 2 anak. H sebenarnya cukup sukses dalam karier, saya rasa gajinya bahkan berlebih untuk hidupnya sendiri, tapi H belum bermaksud berumah tangga, H tinggal di kota J dan menyewa satu paviliun di daerah elite di J.
Tadinya, H hidup mandiri bahkan saat kedua orangtua saya masih hidup, H sanggup mengirim uang setiap bulan untuk menunjang kehidupan orangtua. Memang saat orangtua hanya berselang beberapa bulan meninggal dunia karena penyakit yang mereka derita, H tampak terpukul, hingga beberapa bulan terserang depresi, seolah gairah hidupnya sirna.
Syukurlah dengan berobat kepada seorang psikiater di J, akhirnya H pulih kembali dan bekerja seperti biasa. Namun apa yang terjadi, H menjadi seorang pengeluh, kalau mengeluh sampai hampir setengah jam menelepon saya. Tadinya karena saya kasihan, selalu saya tanggapi dan dengarkan sambil memberinya nasihat-nasihat agar H tidak sedih, seberapa lama pun H menelepon. Namun, lama-kelamaan setiap telepon, ujungnya selalu meminta saya meminjamkan uang untuk satu kegiatan. Kalau saya tanya untuk apa, H tidak mau menjelaskan secara rinci.
Saya tidak berani menolak keinginannya karena saya takut H terserang depresi lagi. Saya perhatikan jeda waktu menelepon dengan keluhan bertubi, baik dari kantor tempatnya bekerja maupun dari kehidupan kesehariannya semakin singkat, bahkan dalam beberapa kali terakhir ini, setiap sekitar 15 hari, H menelepon, mengeluh dan minta dikirimi uang, dengan janji akan dikembalikan beberapa minggu lagi. Namun, hingga saat ini H belum pernah mengembalikan uang saya.
Sementara saya sendiri masih banyak kebutuhan karena kedua anak saya sudah menjelang remaja. Dalam masalah H ini, memang saya tidak terbuka pada suami karena saya juga bekerja dan saya tidak mengganggu uang suami. Bu, apa yang harus saya lakukan, saya jenuh dan kesal, tapi tidak tahu apa yang harus saya lakukan untuk mengatasi perilaku H ini. ”
K (40 tahun) Belajar untuk tidak selalu berperan sebagai penolong
Dari analisa persoalan yang dihadapi K, kita belajar bahwa tampaknya K khawatir hubungan dengan adiknya rusak bila dirinya tidak menanggapi keluhan H. Namun, saat ini justru K merasa pertolongan yang diberikan pada H menjadi sangat berlebihan sehingga membuat H akhirnya menjadi sangat manipulatif memanfaatkan kebaikannya.
Memang, menjaga relasi tetap baik dengan siapa pun tidak mudah, namun bila jenis relasi yang terbina justru membelenggunya, berarti K harus melakukan sesuatu. Untuk itu, K harus menutup pola relasi yang selama ini telah terbina dengan H, dengan cara menghentikan pertolongan berlanjut. Apa yang harus dikatakan saat H meneleponnya adalah:
”Saya tahu saat ini saya tidak bisa menolong kamu lagi, saya hanya ingin tahu apa yang saat ini kamu kerjakan dan membuat dirimu tahu bahwa saya memberikan perhatian padamu.”
Tentu saja perubahan pola relasi secara tiba-tiba akan mengganggu perasaan keduanya, tetapi kondisi ini harus diupayakan. K juga harus mengatakan bahwa dia terlampau sibuk untuk berlama-lama menanggapi keluhan H di telepon. Agar perubahan pola relasi tidak memberikan pengaruh yang buruk, hendaknya K pun mengajak H mengunjungi rumahnya di kota T, dengan mengatakan:
”Datanglah minggu depan, kita makan bersama keluargaku, kamu bisa ketemu dan bercanda dengan keponakan-keponakanmu, ya.”
Dengan ajakan ini, K menanamkan pengertian bahwa perubahan pola relasi tidak berarti memutuskan hubungan silaturahim dengan keluarga. Memang sulit juga menjalin pola relasi baru dalam situasi ini, tetapi K harus menguatkan hatinya. Untuk kemudian di saat yang tepat, menyatakan bahwa, ”Terus terang saya sendiri saat ini banyak keperluan, sehingga tidak mungkin lagi meminjamkan uang padamu.”
Melalui kalimat ini, K mengomunikasikan bahwa persoalan dalam hidup tidak hanya dihadapi oleh H seorang. Bahwa setiap orang memang harus mencoba mengatasi persoalan dalam kehidupannya.
Reaksi kontra
Pasti ada reaksi kontra, baik dari diri K maupun H. K akan merasa dirinya sebagai sosok kakak yang tidak bertanggung jawab terhadap adiknya dan H akan berupaya merengek dengan mengatakan bahwa tega betul kakaknya, tidak mau membayarkan sewa paviliun, ”aku akan tinggal di mana, kalau terusir dari kontrakan ini karena belum terbayar?” dan sebagainya, dan sebagainya.
Situasi ini akan membuat seseorang masuk dalam situasi dilematis, yang sangat berat, dalam hal ini, terutama bagi K. Apakah akan menolong kembali adiknya, membayarkan uang kontrakan bagi adiknya, yang otomatis akan membuat mereka kembali pada pola relasi lama (K menolong H dan H selalu mendapat pertolongan dari K).
Bila sampai pada situasi ini, tentu saja, K harus menguatkan diri dengan terus-menerus hanya memberikan dukungan emosional serta kontak berlanjut pada H. Sampai akhirnya, baik K maupun H menyadari akan kenyataan ungkapan sebagai berikut, ”Siapa yang bertanggung jawab terhadap apa”.
Sawitri Supardi Sadarjoen, Psikolog

Cuci Usus, Pembersih Racun Tubuh

KOMPAS.com - Alergi sering kambuh, insomnia, kelelahan atau kulit bermasalah bisa menjadi indikasi bahwa jumlah toksin yang menumpuk dalam tubuh melebihi kemampuan sistem pembuangan. Dalam kondisi seperti ini, dibutuhkan terapi atau program detoks tambahan.
Tujuan detoks adalah membersihkan dari zat-zat berbahaya yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan, minuman, polusi, sekaligus memperbaiki sistem pembuangan tubuh. Organ yang memegang peran kunci dalam proses detoksifikasi adalah liver dan saluran usus.
"Tubuh memang punya mekanisme pembersihan sendiri yakni melalui buang air besar (BAB). Tapi berapa banyak yang rutin BAB setiap harinya? Lagi pula tidak semua kotoran keluar dari tubuh, sebagian akan menempel di dinding usus besar dan menjadi racun seiring waktu," papar dr.Catherine Tjahjadi, ahli detoksifikasi.
Karena itu, menurutnya, proses BAB yang tidak lancar (konstipasi), sama halnya dengan tertimbunnya "sampah" di usus. Bahayanya adalah racun-racun ini bisa  kontak dengan dinding usus dan menyebabkan peradangan.
Di dalam usus besar juga masih terjadi proses penyerapan. "Yang diserap bukan cuma air tapi juga vitamin dan mineral yang masih dibutuhkan tubuh. Tidak ketinggalan toksin-toksin. Sehingga kita akan mengalami autointoksikasi atau keracunan oleh tubuh kita sendiri," imbuh dokter dari Klinik Suisse Jakarta ini.
Melalui proses detoks, kotoran yang bertahan dan berkerak di usus besar bisa dikeluarkan. Detoks bisa dilakukan dengan cara dari luar ke dalam, seperti hanya mengonsumsi buah dan serat saja.
Jenis detoks lainnya yang bersifat lokal dan efektif adalah hidrokolon atau cuci usus besar. Prosesnya sederhana, air yang sangat steril dialirkan melalui pipa kecil melalui anus langsung ke usus besar. Air yang dipakai adalah standar air minum yang sudah disteril dengan sinar UV dan bersuhu 37 derajat.
Aliran air ini melunakkan tinja sehingga bagian usus mebesar dan merangsang gerakan peristaltik pada usus besar. "Selanjutnya akan timbul rasa mulas dan kita tinggal mengejan untuk mengeluarkan kotoran," papar dr.Catherine.
Air yang dipakai dalam terapi hidrokolon berjumlah 36 liter dan dimasukkan secara bertahap. "Terapi ini tidak menggunakan pompa, aliran air hanya mengandalkan gravitasi saja karena galon air ditempatkan agak tinggi dan pasien dalam posisi setengah tidur," jelasnya.
Ia menambahkan, sepertiga galon pertama bertujuan untuk melunakkan tinja di bagian ujung usus besar atau kotoran yang baru sehingga yang keluar adalah feses. Setelah itu 2/3 galon berikutnya yang keluar dari anus hanyalah air saja yang berarti sudah terjadi pembersihan dinding usus.
"Ada juga pasien yang dari awal sampai akhir hanya keluar air saja tidak ada tinja. Itu biasanya kalau pasien dehidrasi sehingga fesesnya terlalu keras. Biasanya hidrokolon harus diulang lagi untuk mengeluarkan tinjanya," imbuhnya.
Proses hidrokolon dilakukan selama 40 menit serta dilakukan dalam ruangan tertutup untuk menjaga privasi dan kenyamanan pasien. Untuk terapi ini, pasien dikenakan biaya sebesar Rp. 500.000
Terapi hidrokolon ini sebenarnya bukan hal baru. Menurut dr.Cathrine, terapi ini sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu dan populer di banyak negara. Akan tetapi terapi ini memang tidak dimasukkan ke dalam kedokteran konvensional. "Hidrokolon termasuk dalam kedokteran komplementer, tapi sudah dinyatakan aman," katanya.
Minum saja tidak cukup
Meskipun hidrokolon menggunakan media air untuk mengeluarkan feses, namun menurut dr.Catherine hasilnya akan berbeda jika kita melakukan detoks sendiri dengan banyak-banyak minum air.
"Jika kita minum air, pertama air akan masuk ke lambung. Di bagian itu akan ada proses penyerapan sehingga air yang masuk ke usus besar tinggal sisanya. Lagi pula maksimal kita hanya sanggup minum air sebanyak dua liter," jelasnya.
Demikian pula halnya dengan obat-obatan pencahar yang sifatnya hanya mengeluarkan kotoran baru. "Kotoran yang lama dan sudah mengerak tidak bisa ikut dikeluarkan. Selain itu cara kerja obat pencahar adalah membuat otak untuk mengirim sinyal kepada tubuh agar mengirim air yang banyak ke bagian usus besar. Efeknya tubuh bisa dehidrasi," katanya.
Walaupun terbilang aman, namun terapi hidrokolon ini tidak dianjurkan untuk pasien kanker kolorektal dan pasien hipertensi. "Aliran air dan proses mengejan terus selama 40 menit bisa membuat tekanan darah tambah naik," jelas dr.Catherine.
Efek samping yang mungkin timbul dari terapi ini adalah rasa mual, terutama pada pasien yang tidak tahan pada tekanan. "Karena itu disarankan untuk tidak makan makanan padat dua jam sebelum terapi," katanya.
Terapi hidrokolon tidak hanya menyingkirkan racun dan bakteri yang bersifat patogen, tapi juga bakteri baik. Karena itu pasca terapi, pasien akan diberikan kapsul probiotik, minuman isotonik untuk mengganti elektrolit yang hilang, serta secangkir teh hijau untuk memberi efek menenangkan.
Pasien yang banyak melakukan terapi ini menurut dr.Cathrine adalah pasien sembelit kronik, penderita alergi, pasien penyakit kulit, atau mereka yang mengalami gangguan penyerapan nutrisi.
Alamat Klinik Suisse
Wisma Kyoei Prince Lt.6, Jl.Jend Sudirman Kav.3 Jakarta Telp 021-5790 5890

Tempuyung, Penghancur Batu Ginjal

KOMPAS.com - Tempuyung lebih sering dilihat sebagai tanaman penghijau halaman. Memang, ada pula yang memanfaatnya sebagai lalapan, meski rasanya sedikit pahit. Tapi lebih dari itu, tempuyung juga dikenal dapat membantu menurunkan  tekanan darah dan alternatif penghancur batu ginjal.
Tempuyung yang nama latinnya Sonchus arvenshis L. dan termasuk ke dalam famili tumbuhan compositae ini biasa tumbuh di tempat-tempat yang terlindung. Daunnya hijau licin dengan sedikit ungu, tepinya berombak, dan bergigi tidak beraturan. Di dekat pangkal batang, daun bergigi itu terpusar membentuk lekukan dan yang terletak di sebelah atas memeluk batang berselang seling.
Daun berombak memeluk batang inilah yang dipercaya memiliki efek farmakologis. Di antaranya: menghilangkan rasa panas dan racun, diuretik (peluruh kencing), penghancurkan batu ginjal dan menurunkan tekanan darah tinggi.
Secara fisik, tanaman ini memiliki rasa pahit dan bersifat mendinginkan. Pada prinsipnya, semua bagian tanaman ini bisa dimanfaatkan. Tapi yang paling sering adalah bagian daunnya. Tumbuhan ini dikenal sebagai herba semusim dengan tinggi bisa mencapai 2 meter, tumbuh liar di tempat terbuka atau sedikit terlindung, seperti di tebing, tepi saluran air, di sela-sela batu, dan tumbuh pada daerah dengan ketinggian 50 - 1.650 meter dari permukaan laut.
Penelitian Sarjito
Daun tumbuhan ini dapat digunakan sebagai obat dengan kandungan kimia saponin, flavonoida, politenol, alfa-lactucerol, beta-lactucerol, manitol, inositol, silika, kalium, taraksasterol. Hasil penelitian yang dilakukan oleh almarhum Prof. Dr. Sarjito dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta menunjukkan, kandungan kalium dalam tempuyung dapat membantu menghancurkan batu ginjal.
Penelitian itu dilakukan Prof. Sarjito dengan merendam batu ginjal seseorang dalam rebusan daun tempuyung pada suhu kamar dan pada suhu 30-35 derajat celsius. Bahan percobaan tadi ada yang digoyang seperti gerakan tubuh manusia, ada pula yang tidak. Setelah itu batu ditimbang dan kalsium dalam larutan diukur secara kimia. Hasilnya, semua batu ginjal berkurang bobotnya.
Sarjito juga meneliti daya penghancuran batu ginjal manusia dengan melakukan pemeriksaan kristal dalam air seni dan dengan menggunakan sinar rontgen. Hasilnya diketahui, tempuyung dapat menghancurkan batu ginjal. Sayangnya, sampai sekarang belum diketahui senyawa yang melarutkan atau menghancurkan batu ginjal. Tapi hasil penelitian lain membuktikan, kandungan kalium inilah yang berperan dalam penghancuran batu ginjal.
Di dalam daun tempuyung itu terkandung kalium berkadar cukup tinggi. Kehadiran kalium ini membuat batu ginjal, berupa kalsium karbonat, tercerai berai, karena kalium akan menyingkirkan kalsium untuk bergabung dengan senyawa karbonat, oksalat, atau urat yang merupakan pembentuk batu ginjal. Hingga akhirnya endapan batu ginjal itu larut dan hanyut keluar bersama urine.
Tempuyung juga punya nama beragam di tiap-tiap daerah. Di Jawa sering disebut  galing, jombang, jombang lalakina, lempung, lampenas, rayana (Sunda), tempuyung (Jawa Tengah). Cara perbanyakan tanaman ini menggunakan biji. Pemeliharaannya juga mudah, seperti halnya tanaman lain, Cuma  butuh cukup air untuk menjaga kelembaban tanah dan pemupukan terutama pupuk kandang.  Tertarik untuk menanam dan memanfaatkannya sebagai tanaman obat?
Aneka Ragam Kegunaan Tempuyung
Dalam pengunaan, tempuyung dapat diramu sebagai bahan tunggal maupun dicampur dengan berbagai tanaman obat lain. Prinsipnya, menurut Ir. Winarto, ahli tanaman obat dari klinik Karyasari, penggunaan tempuyung sebagai ramuan harus dilandasi pengertian bahwa sifatnya hanya membantu mengurangi derita suatu penyakit tertentu. Meski tidak menutup kemungkinan penggunaan dalam jangka waktu lama khasiatnya bisa maksimal.
Dasar pemakaian:
Secara umum pemakaian tempuyung dimanfaatkan untuk menjaga kondisi kesehatan tubuh dengan memakannya langsung sebagai lalap, minuman dengan memanfaatkan rebusan air daunnya dan menggunakan sebagai ramuan dengan ditambahankan bahan tertentu.
 - Sebagai lalapan:
Anda bisa mengambil sekitar lima lembar atau lebih daun tempuyung segar. Setelah dicuci, daun diasapkan sebentar, kemudian dimakan sekali  habis sebagai lalap bersama nasi. Dalam sehari kita bisa memakan lalap itu sebanyak tiga kali.
 - Sebagai jamu rebusan:
Ambilah dua lembar  daun tempuyung kering disedu dengan air satu gelas minum seperti membuat teh. Air seduhan inilah yang diminum sebagai obat. Dalam sehari kita bisa meminumnya sebanyak tiga kali, sampai batu ginjal hilang.
Ramuan-ramuan lain
Mastitis
Bahan: 15 gram tempuyung 2 gelas air Tambahkan madu secukupnya untuk mengurangi rasa pahit. Cara pembuatan: Rebus daun tempuyung  hingga airnya menjadi satu gelas.
Cara pemakaian Tambahkan madu dan diminum selagi hangat
Bisul
Bahan: Batang dan daun tempuyung 5 hingga 10 lembar Air bersih secukupnya
Cara pembuatan: Daun dan batang dicuci bersih, kemudian ditumbuk atau digiling halus dan diperas untuk diambil air perasannya. Cara pemakaian: Air perasannya dioleskan ke tempat yang sakit
Kandung kencing dan batu empedu
Bahan: 5 lembar daun tempuyung parutan kelapa secukupnya
Cara pembuatan: Setelah dicuci lalu diasapkan sebentar dan kemudian dicampur dengan parutan kepala seperti halnya membuat urap
Cara pemakaian: Dimakan bersama nasi sebagai lalapan dan dapat dikonsumsi 3 kali sehari
Darah tinggi
Bahan: 5-8 lembar daun tempuyung parutan kelapa secukupnya Belimbing wuluh secukupnya sebagai campuran
Cara pembuatan: Daun tempuyung dicuci lalu diasapkan dan kemudian dicampur dengan parutan kepala. Belimbingnya dapat dipotong kecil-kecil untuk campuran lalapan
Cara pemakaian: Dimakan sebagai campuran nasi untuk lalapan dan bisa dikonsumsi 3 kali sehari
Kegemukan (obesitas).
Bahan: Daun Tempuyung 4 lembar Air 100 ml Cara Pembuatan: direbus hingga mendidih. Cara pemakaian: Diminum untuk sekali. Dianjurkan selama 21 hari
Batu ginjal
-    250 gram daun tempuyung kering ditambah air 250 cc air digodok untuk diminum
-    5 lembar daun tempuyung segar, 5 lembar daun alpukat, 5 lembar daun sawi, 2 jari gula aren.
Bahan dicuci bersih sebelum digodok dengan 3 gelar air sampai tersisa 2 1/4  gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum  tiga kali, masing-masing 3/4 gelas.
-    5 lembar daun tempuyung, 6 buah jagung muda, 3 jari gula aren, dicuci bersih lalu dipotong-potong seperlunya.Kemudian digodok dengan air tiga gelas hingga tersisa 2 1/4 gelas untuk diminum tiga kali sehari,  masing-masing 3/4 gelas. @ Lalang Ken Handita

kepribadian narsisme dan facebook

Kompas.com - Dalam ilmu psikologi, mereka yang memiliki kepribadian narsistik merupakan orang yang jauh lebih mencintai dirinya daripada orang lain. Akibatnya seringkali mereka sulit berempati kepada orang lain.
Kecuali narsis, orang yang tidak mampu mencintai juga egois, mau enak sendiri dan kurang percaya diri. Mereka juga sulit terikat dalam komitmen jangka panjang dengan satu pasangan. Makanya orang tipe ini sulit mengikatkan diri pada perkawinan monogami.
Menurut para ahli dari American Psychiatric Association, pada umumnya orang narsistik juga memiliki gangguan kepribadian lainnya, seperti histrionic personality disorder yang sangat ekspresif dalam menunjukkan emosinya.
Meski sebagai awam sulit mengenali ciri-ciri orang yang narsistik, namun sebuah penelitian yang dilakukan para ahli dari University Georgia, Amerika, menyebutkan bahwa laman profil di situs jejaring sosial Facebook bisa mengungkap kepribadian narsis seseorang.
Dalam studi yang mereka lakukan terhadap 130 pengguna Facebook ditemukan jumlah teman dan postingan dinding (wall post) berkaitan erat dengan tingkat kenarsisan seseorang. Orang yang narsis biasanya memiliki jumlah teman yang banyak namun sebenarnya tidak punya relasi yang dalam dengan orang-orang tersebut.
"Dalam kehidupan nyata juga demikian, mereka punya banyak teman tapi tidak ada yang dekat secara personal. Yang penting untuk mereka adalah kuantitas, bukan kualitas," kata Laura Buffardi, Ph.D, ketua peneliti yang risetnya dipublikasikan dalam jurnal Personality and Social Psychology Bulletin.
Facebook juga dipakai sebagai sarana untuk mempromosikan diri orang yang narsis. Karena itu mereka suka memasang foto profil yang menarik dan berbeda untuk membuat orang lain terpesona.
"Orang yang narsistik mungkin terlihat sebagai orang yang menarik hati namun sebenarnya mereka merasa diri lebih hebat. Mereka juga suka menggunakan orang lain untuk keuntungannya sendiri, dalam jangka panjang mereka akan melukai orang lain dan dirinya sendiri," kata W.Keith Campbell, salah seorang peneliti.
Meski begitu, Campbell mengatakan bukan berarti penggemar Facebook adalah orang yang narsis. "Orang yang narsistik menggunakan Facebook seperti mereka menggunakan relasi sosial lainnya, hanya untuk mempromosikan dirinya," katanya.

facebook bisa memicu depresi

KOMPAS.COM - Menggunakan situs jejaring sosial seperti Facebook kini sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup masyarakat modern. Facebook  diyakini telah memberi pengaruh besar pada banyak aspek kehidupan, baik yang sifatnya positif maupun negatif.
Penggunaan jejaring sosial di kalangan remaja dan anak-anak pun dinilai sangat membantu. Tetapi di balik manfaatnya, para dokter anak di Amerika Serikat memperingatkan akan kemungkinan dampak buruknya.
Sekelompok dokter yang tergabung dalam American Academy of Pediatrics memperingatkan para orang tua akan munculnya risiko depresi akibat penggunaan situs jejaring sosial ini. Mereka menyebut gejala "Facebook Depression" dapat mengancam para remaja akibat terobsesi dengan situs online tersebut.
Sebelumnya, para pakar menyatakan ketidaksetujuannya kalau Facebook berkaitan langsung dengan depresi pada beberapa anak. Mereka menilai, untuk menyimpulkan hubungan antara situs pertemanan dengan gejala depresi pada anak tidaklah mudah. Demikian pula untuk membedakan kondisi psikis yang berhubungan dengan penggunaan situs ini.
Tetapi Gwenn O'Keeffe, dokter anak di Boston yang menulis panduan penggunaan jejaring sosial untuk American Academy of Paediatrics menyatakan, terdapat aspek unik dari Facebook yang dapat menimbulkan kesulitan bagi anak-anak dengan rasa percaya diri rendah.
Sebagai media untuk ajang bereksperesi di mana seseorang dapat berbagi isi hati, meng-update status, atau memasang foto-foto pribadi saat bersenang-senang, laman Facebook menurut  O'Keeffe justru dapat membuat sebagian anak merasa lebih buruk. Mereka yang percaya dirinya rendah ini berpikir kalau mereka tidak bernasib sama.
"Ini bisa lebih menyakitkan ketimbang duduk sendiri di keramaian saat makan siang di sekolah atau peristiwa hidup nyata lainnya yang bisa membuat anak-anak terpukul," terang O'Keeffe.
Ia menilai, Facebook memberikan pandangan yang sempit dari apa yang terjadi sesungguhnya, sebab di online tidak ada cara untuk melihat ekspresi wajah atau membaca bahasa tubuh untuk memberikan konteks.
Dengan panduan yang diberikan American Academy of Paediatrics, kata O'Keefe para dokter diharapkan menyampaikan pesan kepada para orang tua agar mereka mau mengawasi anak-anaknya. Orang tua dapat menyampaikan kepada anak-anaknya tentang cara menggunakan internet yang baik dan mewaspadai depresi atau risiko penggunaan online lainnya seperti cyberbullying dan sexting.

hati-hati dengan wanita cantik

Jakarta - Dalam seminggu terakhir ini, publik dikagetkan oleh tertangkapnya dua pelaku kejahatan yang lain dari biasanya. Pertama adalah diringkusnya Selly Yustiawati 'sang penipu ulung' oleh aparat Polsek Denpasar Selatan di Hotel Amaris, Seminyak, Kuta, Bali, Sabtu (26/3). Kedua, diringkusnya Melinda Dee 'MD', pelaku penggelapan uang nasabah Citibank senilai Rp 17 miliar, oleh Direktorat II Ekonomi Khusus Bareskrim Mabes Polri, Kamis (24/3).

Dikatakan lain dari biasanya karena dua pelaku ini di mata kebanyakan orang mungkin tidak memiliki tipe dan potongan sebagai pelaku kejahatan pada umumnya. Selly misalnya sekilas lebih menampakkan sebagai wanita pekerja profesional yang bekerja di sebuah perusahaan atau kantor yang mapan.

Dan memang menilik dari biodata yang ditulis media massa, Selly pernah bekerja sebagai sekretaris di sebuah hotel di Jakarta Selatan. Sementara Melinda Dee lebih terkesan sebagai prototipe wanita profesional yang sudah matang dan menduduki posisi penting di perusahaan. Terlebih bila melihat data kekayaan yang dimilikinya sebagaimana dilansir media massa, punya 1 unit Hummer-3 Luxury Sport Utility dengan nomor polisi B 18 DIK dan 1 unit Mercedez Benz type S300.

Di samping itu, dengan wajah yang lumayan di atas rata-rata dengan didukung penampilan yang mencirikan sebagai wanita cosmopolitan, kedua wanita seksi ini tentu akan lebih mudah berinteraksi dengan ragam kelas sosial menengah ke atas di perkotaan.

Bila menilik dari pola kejahatan yang dilakukan kedua wanita ini, dalam ilmu kriminologi, dikelompokkan sebagai white collar (kerah putih) yang dalam melakukan aksinya lebih banyak membutuhkan akal daripada okol/otot. Jika melakukan aksinya, kelompok kerah putih ini jumlah hasil kejahatannya lebih besar dan dilakukan tanpa kekerasan, sehingga korban tidak merasakan adanya ancaman fisik secara langsung dan seringkali malah tidak menyadari dirinya telah menjadi korban.

Semua ini bisa dilakukan karena dalam model kejahatan seperti ini si pelaku biasanya melakukan proses pembelajaran yang sangat panjang terhadap obyek kejahatannya. Dalam kasus Selly misalnya, para korbannya baru menyadari dirinya telah ditipu setelah memberikan sejumlah uang via transfer bank dan seiring dengan waktu belum ada tanda-tanda bahwa si peminjam segera membayar utangnya.

Kepercayaan untuk meminjamkan uang ke Selly tentu dilakukan setelah ada proses interaksi perkawanan dan terjadinya hubungan emosional pertemanan si Selly dengan para korbannya. Jadi kepiawaian meyakinkan orang untuk memberi pinjaman inilah yang menjadi nilai Selly dibanding model penipuan kejahatan yang selama ini sering diberitakan di koran-koran kriminal.

Sementara untuk Melinda Dee, yang membedakan dengan Selly adalah jabatannya sebagai relation officer bank internasional, Citibank. Menilik dari karir yang beredar di media, Melinda termasuk karyawan senior dan pernah menempati sebagai account officer (AO) di Citibank.

Karena kemampuan mengelola nasabah dan kepribadian yang dipromosikan menjadi Senior Relation Manager Citigold yang khusus menangani para nasabah besar yang memiliki deposito di atas Rp 500 juta. Dengan jabatannya ini, Melinda sangat tahu letak dan celah pada posisi mana seorang nasabah dengan kategori yang high itu bisa 'diambil' besarannya dengan tingkat 'ketahuan' yang minim.

Dari sinilah muncul modus-modus seperti pengaburan transaksi dan pencatatan tidak benar terhadap beberapa slip transfer penarikan dana pada rekening nasabah, pemindahan sejumlah dana milik nasabah tanpa seizing nasabah ke beberapa rekening yang dikuasai tersangka. Kalau saja tidak ada laporan dari nasabahyang rekeningnya berkurang sec ara tidak wajar, tentu Melinda Dee dan jaringannya akan terus melakukan aksinya.

Dengan dua kasus kejahatan di atas, sudah saatnya kita semua merefleksi diri tentang cara pandang, cara berkepribadian, dan cara menangkap mana yang substansi dan mana yang artifisial-penampilan.

Langkah ini mutlak direformasikan karena dalam sebuah peristiwa kejahatan itu pada dasarnya juga ada unsur peran dari si korban kejahatan, seperti penghormatan yang berlebih pada orang yang berpenampilan glamour dan punya jabatan, terlebih ditambah dengan penampilan cantik nan-sensual.

Pelaku kejahatan tidak selalu berpenampilan sangar dan menggetarkan. Dalam model kejahatan jenis white collar ini, si pelaku biasanya berpenampilan necis, badan berbau harum, selalu menebar senyum kepada siapa saja yang melakukan interaksi dengannya. Jadi hati-hatilah dengan wanita cantik yang belum anda kenal sebelumnya!

irzen tewas

Jakarta - Sekjen Partai Pemersatu Bangsa (PPB) Irzen Octa tewas setelah diinterogasi debt collector Citibank. Polisi pun mendalami apakah Citibank mempekerjakan preman untuk menghadapi nasabahnya.

"Itu yang masih kita dalami," kata Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Gatot Edy Pramono di Mapolres Jaksel, Jl Wijaya III, Jakarta Selatan, Jumat (1/4/2011).

Gatot juga menyatakan, pihaknya masih mendalami apakah Citibank menginstruksikan karyawan maupun tenaga dari agensi untuk melakukan kekerasan terhadap nasabah. "Itu yang kita dalami," imbuhnya.

Polisi juga terus mencari tahu fungsi ruangan Cleo di kantor Citibank di Menara Jamsostek lantai 5 yang digunakan oleh 3 debt collector untuk menginterogasi Irzen. "Ini menjadi bahan untuk kita, untuk melakukan tindak lanjut apakah sengaja ruang itu disiapkan atau tidak untuk melakukan interogasi terhadap nasabah bermasalah," terang Gatot.

Jika sengaja disiapkan apakah akan kena pidana? "Kita lihat saja, ini kan masih proses," ucap Gatot.

Selain itu, polisi juga meneliti bercak darah di gorden dan di dinding ruang Cleo. Hal ini penting untuk mengetahui apakah darah itu karena Irzen mimisan atau karena hidungnya lecet. Visum atas Irzen yang dikantongi polisi menunjukkan Irzen mengalami pecah di pembuluh darah di kepala. Hal itu mengakibatkan memar di batang otak dan ada luka lecet di tengah hidung. Sementara tidak ditemukan tanda ada pukulan benda keras di tubuh Irzen.

Namun pihak Citibank menegaskan, pihaknya menuntut semua karyawan termasuk yang dari agensi untuk tidak berlaku kasar pada nasabah. Jika ada kode etik yang dilanggar, Citibank siap memutus kontrak dengan perusahaan agensi.

"Kami sedang melaksanakan proses penyelidikan internal dan apabila didapatkan pelanggaran terhadap standar kode etik kami, maka kami akan memutuskan kontrak dengan perusahaan ini secepatnya," terang Country Corporate Affairs Head Citi Indonesia, Ditta Amahorseya

Irzen Octa tewas pada 29 Maret 2011, sesaat setelah diminta menyelesaikan tunggakan kartu kreditnya yang sebesar Rp 68 juta, namun setelah dihitung dengan bunga, totalnya menjadi Rp 100 juta. Sebelum tewas, Irzen diinterogasi oleh Arief Lukman (26), Henry Waslinton (25) dan Donald Harris Bakara (26) di ruang Cleo Menara Jamsostek, Jakarta Selatan.

Beberapa saat setelah diinterogasi oleh ketiganya, Irzen ditinggalkan sendirian di dalam ruangan. Kemudian ada saksi yang melihat Irzen terjatuh di lantai. Irzen lalu dibawa ke RS Mintoharjo, tetapi sudah tidak bernyawa. Dia lantas dibawa ke RSCM untuk diotopsi. Jenazah kemudian dijemput keluarganya dan dimakamkan di Srengseng Sawah, Jakarta Selatan.