RSS

artikel perbankan

SUMBER DANA PERBANKAN DI INDONESIA



Kegiatan usaha yang utama dari suatu bank adalah penghimpunan dan penyaluran dana. Penyaluran dana dengan tujuan untuk memperoleh penerimaan akan dapat dilakukan apabila dana telah dihimpun.penghimpunan dana dari masyarakat perlu dilakukan dengan cara-cara tertentu sehingga efisien dan dapat di sesuaikan dengan rencana penggunaan dana tersebut.
Salah satu kendala bagi setiap perusahaan dalam menjalankan kegiatannya adalah masalah kebutuhan dana. Hampir seratus persen perusahaan memerlukan dana untuk membiayai kegiatan usahanya, baik untuk biaya rutin maupun untuk keperluan perluasan usaha. Pentingnya dana membuat setiap perusahaan berusaha keras mencari sumber-sumber dana yang tersedia, termasuk perusahaan lembaga keuangan semacam bank.
Dana untuk membiayai operasi suatu bank, dapat diperoleh dari berbagai sumber. Perolehan dana ini tergantung bank itu sendiri pakah secara pinjaman (titipan) dari masyarakat atau dari lembaga lainnya. Disamping itu untuk membiayai operasinya, dana dapat pula di peroleh dengan modal sendiri, yaitu setoran modal dari para pemilik atau bank mengeluarkan atau menjual saham baru kepada pemilik baru. Perolehan dana disesuaikan pula dengan tujuan dari penggunaan dana tersebut.
PENGERTIAN SUMBER DANA BANK
Sumber dana bank adalah usaha bank dalam memperoleh dana dalam rangka membiayai kegiatan operasinya. Sesuai dengan fungsi bank sebagai lembaga keuangan dimana kegiatan sehari-harinya adalah bergerak dibidangan keuangan, maka sumber-sumber dana tidak terlepas dari bidang keuangan. Untuk menopang kegiatan bank sebagai penjual uang (memberikan pinjaman), bank harus lebih dulu membeli uang (menghimpun dana) sehingga dari selisih bunga tesebutlah bank memperoleh keuntungan.
SUMBER-SUMBER DANA BANK
1. Dana Bank Itu Sendiri
Sumber dana bank yang bersumber dari bank itu sendiri merupakan sumber dana modal sendiri. Maksudnya adalah modal setoran dan para pemegang sahamnya. Apabila saham yang terdapat dalam portepel belum habis terjual, sedangkan kebutuhan dana masih perlu, maka pencariannya dapat dilakukan dengan menjual saham kepada pemegang saham lama. Akan tetapi jika tujuan perusahaan untuk melakukan ekpansi, maka perusahaan dapat mengelurkan saham baru dan menjual saham baru tersebut di pasar modal.
Secara garis besar dapat disimpulkan pencarian dana yang bersumber dari bank itu sendiri terdiri dari ; Setoran modal dari pemegang saham, Cadangan-cadangan bank, dan Laba yang belum dibagi.
2. Dana Dari  Masyarakat
Sumber dana ini merupaka sumber dana terpenting bagi kegiatan opersai suatu bank dan merupakan ukuran keberhasialan bank jika mampu membiayai operasinya dari sumber dana ini. Pentingnya sumber dana dari masyarakat, disebabkan sumber dana dari masyarakat merupakan sumber dana yang paling utama bagi bank.
Untuk memperoleh sumber dana dari  masyarakat, bank dapat menawarkan berbagai jenis simpanan. Pembagian jenis simpanan kedalam beberapa jenis dimaksudkan agar para nasabah penyimpan mempunyai banyak pilihan sesuai dengan tujuan masing-masing. Tiap pilihan mempunyai pertimbangan tertentu dan adanya suatu pengharapan yang ingin diperolehnya, yaitu berupa keuntungan, kemudahan atau keamanan uangnya atau kesemuanya.
Pada dasarnya sumber dari masyarakat dapat berupa giro (demand deposit), tabungan (saving deposit), dan deposito berjangka (time deposit) yang berasal dari nasabah perorangan atau suatu badan.
a. Giro
rekening giro, adalah simpanan yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menerbitkan cek untuk penariakan tunai atau bilyet giro untuk pemindahbukuan, sedangkan cek atau bilyet giro ini oleh pemiliknya dapat digunakan sebagai alat pembayaran.
Cek, merupakan perintah tak bersyarat kepada bank untuk membayar sejumlah uang tertentu pada saat penyerahannya atas badan rekening penarik cek.
Bilyet giro, pada dasarnya merupakan perintah kepada bank untuk memindah bukukan sejumlah tertentu uang atas beban rekening penarik pada tanggal tertentu kepada pihak yang tertentu dalam bilyet giro tersebut dan bilyet giro dapat dibatalakan secara sepihak oleh penarik dan disertai dengan alasan pembatalan.
Jasa giro, merupakan suatu imbalan yang diberikan oleh bank kepada giran atas sejumlah saldo gironya yang mengendap di bank. 
b. deposito berjangka
Deposito berjangka adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu sesuai tanggal yang terjanjikan antara deposan dan bank. 
c. tabungan
Tabungan adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan dengan syarat tertentu yang disepakati dan tidak dengan cek atau bilyet giro atau alat lain yang dapat dipersamakan dengan itu.
3.  Dana Pinjaman 
a. call money

Merupakan sumber dana yang dapat diperoleh bank berupa pinjaman jangka pendek dari bank lain melalui interbank call money market. Sumner dana ini sering digunakan oleh bank untuk memenuhi kebutuhan dana mendesak dalam jangka pendek, seperti bila terjadi kalah kliring atau adanya penarikan dana besar-besaran oleh para deposan. 
b. pinjaman antar bank
Kebutuhan pendanaan kegiatan usaha suatu bank dapat juga diperoleh dari pinjaman jangka pendek dan menengah dari bank lain. Pinjaman ini dilakukan untuk memenuhi suatu kebutuhan dana yang lebih terencana dalam rangka pengembangan usaha atau meningkatkan penerimaan bank. 
c. kredit likuiditas bank Indonesia
Sesuai dengan namanya, kredit likuiditas bank Indonesia adalah kredit yang diberikan oleh bank Indonesia terutama kepada bank yang sedang mengalami kesulitan likuiditas.
4. Sumber Dana Lain

Sumber dana ini merupakan sumber dana tambahan jika bank mengalami kesulitan dalam pencarian sumber dana yang telah disebut sebelumnya. Pencarian dari sumber dana ini relative lebih mahal dan sifatnya hanya sementara waktu saja. Sumber dana yang lain ini selalu berkembang sesuai dengan perkembangan usaha perbankan dan perekonomian secara umum. Sumber-sumber tersebut antara lain : 
- setoran jaminan, setoran jaminan merupakan sejumlah dana yang wajib diserahkan oleh nasabah yang menerima jasa-jasa tertentu dari bank. 
- dana transfer, salah satu jasa yang diberikan bank adalah pemindahan dana. Pemindahan dana bisa berupa pemindahbukuan antar rekening, dari uang tunai ke suatu rekening, atau dari suatu rekening untuk kemudian ditarik tunai.
- surat berharga  pasar uang, surat berharga pasar uang adalah surat-surat berharga jangka pendek yang dapat diperjual belikan dengan cara didiskonto oleh bank Indonesia. Dalam hal ini pihak perbankan menerbitkan SBPU kemudian diperjualbelikan kepada pihak yang berminat, baik perusahaan keuangan maupun nonkeuangan

artikel perbankan

SUMBER DANA PERBANKAN DI INDONESIA



Kegiatan usaha yang utama dari suatu bank adalah penghimpunan dan penyaluran dana. Penyaluran dana dengan tujuan untuk memperoleh penerimaan akan dapat dilakukan apabila dana telah dihimpun.penghimpunan dana dari masyarakat perlu dilakukan dengan cara-cara tertentu sehingga efisien dan dapat di sesuaikan dengan rencana penggunaan dana tersebut.
Salah satu kendala bagi setiap perusahaan dalam menjalankan kegiatannya adalah masalah kebutuhan dana. Hampir seratus persen perusahaan memerlukan dana untuk membiayai kegiatan usahanya, baik untuk biaya rutin maupun untuk keperluan perluasan usaha. Pentingnya dana membuat setiap perusahaan berusaha keras mencari sumber-sumber dana yang tersedia, termasuk perusahaan lembaga keuangan semacam bank.
Dana untuk membiayai operasi suatu bank, dapat diperoleh dari berbagai sumber. Perolehan dana ini tergantung bank itu sendiri pakah secara pinjaman (titipan) dari masyarakat atau dari lembaga lainnya. Disamping itu untuk membiayai operasinya, dana dapat pula di peroleh dengan modal sendiri, yaitu setoran modal dari para pemilik atau bank mengeluarkan atau menjual saham baru kepada pemilik baru. Perolehan dana disesuaikan pula dengan tujuan dari penggunaan dana tersebut.
PENGERTIAN SUMBER DANA BANK
Sumber dana bank adalah usaha bank dalam memperoleh dana dalam rangka membiayai kegiatan operasinya. Sesuai dengan fungsi bank sebagai lembaga keuangan dimana kegiatan sehari-harinya adalah bergerak dibidangan keuangan, maka sumber-sumber dana tidak terlepas dari bidang keuangan. Untuk menopang kegiatan bank sebagai penjual uang (memberikan pinjaman), bank harus lebih dulu membeli uang (menghimpun dana) sehingga dari selisih bunga tesebutlah bank memperoleh keuntungan.
SUMBER-SUMBER DANA BANK
1. Dana Bank Itu Sendiri
Sumber dana bank yang bersumber dari bank itu sendiri merupakan sumber dana modal sendiri. Maksudnya adalah modal setoran dan para pemegang sahamnya. Apabila saham yang terdapat dalam portepel belum habis terjual, sedangkan kebutuhan dana masih perlu, maka pencariannya dapat dilakukan dengan menjual saham kepada pemegang saham lama. Akan tetapi jika tujuan perusahaan untuk melakukan ekpansi, maka perusahaan dapat mengelurkan saham baru dan menjual saham baru tersebut di pasar modal.
Secara garis besar dapat disimpulkan pencarian dana yang bersumber dari bank itu sendiri terdiri dari ; Setoran modal dari pemegang saham, Cadangan-cadangan bank, dan Laba yang belum dibagi.
2. Dana Dari  Masyarakat
Sumber dana ini merupaka sumber dana terpenting bagi kegiatan opersai suatu bank dan merupakan ukuran keberhasialan bank jika mampu membiayai operasinya dari sumber dana ini. Pentingnya sumber dana dari masyarakat, disebabkan sumber dana dari masyarakat merupakan sumber dana yang paling utama bagi bank.
Untuk memperoleh sumber dana dari  masyarakat, bank dapat menawarkan berbagai jenis simpanan. Pembagian jenis simpanan kedalam beberapa jenis dimaksudkan agar para nasabah penyimpan mempunyai banyak pilihan sesuai dengan tujuan masing-masing. Tiap pilihan mempunyai pertimbangan tertentu dan adanya suatu pengharapan yang ingin diperolehnya, yaitu berupa keuntungan, kemudahan atau keamanan uangnya atau kesemuanya.
Pada dasarnya sumber dari masyarakat dapat berupa giro (demand deposit), tabungan (saving deposit), dan deposito berjangka (time deposit) yang berasal dari nasabah perorangan atau suatu badan.
a. Giro
rekening giro, adalah simpanan yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menerbitkan cek untuk penariakan tunai atau bilyet giro untuk pemindahbukuan, sedangkan cek atau bilyet giro ini oleh pemiliknya dapat digunakan sebagai alat pembayaran.
Cek, merupakan perintah tak bersyarat kepada bank untuk membayar sejumlah uang tertentu pada saat penyerahannya atas badan rekening penarik cek.
Bilyet giro, pada dasarnya merupakan perintah kepada bank untuk memindah bukukan sejumlah tertentu uang atas beban rekening penarik pada tanggal tertentu kepada pihak yang tertentu dalam bilyet giro tersebut dan bilyet giro dapat dibatalakan secara sepihak oleh penarik dan disertai dengan alasan pembatalan.
Jasa giro, merupakan suatu imbalan yang diberikan oleh bank kepada giran atas sejumlah saldo gironya yang mengendap di bank. 
b. deposito berjangka
Deposito berjangka adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu sesuai tanggal yang terjanjikan antara deposan dan bank. 
c. tabungan
Tabungan adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan dengan syarat tertentu yang disepakati dan tidak dengan cek atau bilyet giro atau alat lain yang dapat dipersamakan dengan itu.
3.  Dana Pinjaman 
a. call money

Merupakan sumber dana yang dapat diperoleh bank berupa pinjaman jangka pendek dari bank lain melalui interbank call money market. Sumner dana ini sering digunakan oleh bank untuk memenuhi kebutuhan dana mendesak dalam jangka pendek, seperti bila terjadi kalah kliring atau adanya penarikan dana besar-besaran oleh para deposan. 
b. pinjaman antar bank
Kebutuhan pendanaan kegiatan usaha suatu bank dapat juga diperoleh dari pinjaman jangka pendek dan menengah dari bank lain. Pinjaman ini dilakukan untuk memenuhi suatu kebutuhan dana yang lebih terencana dalam rangka pengembangan usaha atau meningkatkan penerimaan bank. 
c. kredit likuiditas bank Indonesia
Sesuai dengan namanya, kredit likuiditas bank Indonesia adalah kredit yang diberikan oleh bank Indonesia terutama kepada bank yang sedang mengalami kesulitan likuiditas.
4. Sumber Dana Lain

Sumber dana ini merupakan sumber dana tambahan jika bank mengalami kesulitan dalam pencarian sumber dana yang telah disebut sebelumnya. Pencarian dari sumber dana ini relative lebih mahal dan sifatnya hanya sementara waktu saja. Sumber dana yang lain ini selalu berkembang sesuai dengan perkembangan usaha perbankan dan perekonomian secara umum. Sumber-sumber tersebut antara lain : 
- setoran jaminan, setoran jaminan merupakan sejumlah dana yang wajib diserahkan oleh nasabah yang menerima jasa-jasa tertentu dari bank. 
- dana transfer, salah satu jasa yang diberikan bank adalah pemindahan dana. Pemindahan dana bisa berupa pemindahbukuan antar rekening, dari uang tunai ke suatu rekening, atau dari suatu rekening untuk kemudian ditarik tunai.
- surat berharga  pasar uang, surat berharga pasar uang adalah surat-surat berharga jangka pendek yang dapat diperjual belikan dengan cara didiskonto oleh bank Indonesia. Dalam hal ini pihak perbankan menerbitkan SBPU kemudian diperjualbelikan kepada pihak yang berminat, baik perusahaan keuangan maupun nonkeuangan


Perkembangan teknologi perbankan elektronik
Saat ini perkembangan teknologi sudah semakin canggih, setiap orang dapat dengan mudah dan cepat mengakses teknologi.Khususna di dunia perbankkan dengan segala fasilitas yang disediakan sudah sangat banyak bagi perusahaan bank, pelayanan ini untuk memberi kenyamanan bagi nasabah.
Kegunaan komputer di bidang perbankan untuk menghasilkan informasi bagi pihak manajemen bank sendiri dan juga untuk meningkatkan pelayanan kepada pihak nasabah bank Saat ini dengan dikenalnya E-Commerce, maka pelayanan transaksi secara online dapat diterapkan dengan disediakannya ATM kemudian dengan penggunaan internet memudahkan perbankan dalam melakukan pelayanan kepada nasabahnya melalui INTERNET BANKING dan SMS BANKING. Pesatnya perkembangan teknologi itu telah membentuk masyarakat informasi internasional,termasuk di Indonesia. Sehingga satu sama lain menjadikan belahan dunia ini menjadi sempit dan berjarak pendek Berbisnis pun begitu mudahnya,seperti membalikkan telapak tangan.
Jenis-jenis E-Banking
Automated teller machine (ATM).
Terminal elektronik yang idsediakan lembaga keuangan atau perusahaan lainnya yang membolehkan nasabah untuk melakukan penarikan tunai dari rekening simpanannya di bank, melakukan setoran, cek saldo, atau pemindahan dana.
Computer banking.
Layanan bank yang bisa diakses oleh nasabah melalui koneksi internet ke pusat pusat data bank, untuk melakukan beberapa layanan perbankan, menerima dan membayar tagihan, dan lain-lain.
Debit (or check) card.
Kartu yang digunakan pada ATM atau terminal point-of-sale (POS) yang memungkinkan pelanggan memperoleh dana yang langsung didebet (diambil) dari rekening banknya.
Direct deposit.
Salah satu bentuk pembayaran yang dilakukan oleh organisasi (misalnya pemberi kerja atau instansi pemerintah) yang membayar sejumlah dana (misalnya gaji atau pensiun) melalui transfer elektronik. Dana ditransfer langsung ke setiap rekening nasabah.
Direct payment (also electronic bill payment).
Salah satu bentuk pembayaran yang mengizinkan nasabah untuk membayar tagihan melalui transfer dana elektronik. Dana tersebut secara elektronik ditransfer dari rekening nasabah ke rekening kreditor. Direct payment berbeda dari preauthorized debit dalam hal ini, nasabah harus menginisiasi setiap transaksi direct payment.
Electronic bill presentment and payment (EBPP).
Bentuk pembayaran tagihan yang disampaikan atau diinformasikan ke nasabah atau pelanggan secara online, misalnya melalui email atau catatan dalam rekening bank.Setelah penyampaian tagihan tersebut, pelanggan boleh membayar taguhan tersebut secara online juga jika berkenan. Pembayaran tersebut secara elektronik akan mengurangi saldo simpanan pelanggan tersebut.
Electronic check conversion.
Proses konversi informasi yang tertuang dalam cek (number rekening, jumlah transaksi, dll) ke dalam format elektronik agar bisa dilakukan pemindahan dana elektronik.
Electronic fund transfer (EFT).
Perpindahan “uang” atau “pinjaman” dari satu rekening ke rekening lainnya melalui media elektronik..
Payroll card.
Salah satu tipe “stored-value card” yang diterbitkan pemberi kerja sebagai pengganti cek yang memungkinkan pegawainya mengakses pembayaraannya pada terminal ATM atau Point of Sales.Pemberi kerja menambahkan nilai pembayaran pegawai ke kartu tersebut secara elektronik.
Preauthorized debit (or automatic bill payment).
Bentuk pembuayaran yang mengizinkan nasabah untuk mengotorisasi pembayaran rutin otomatis yang diambil dari rekening banknya pada tanggal-tangal tertentu dan biasanya dengan jumlah pembayaran tertentu (misalnya pembayaran listrik, tagihan telpon, dll).Dana secara elektronik ditransfer dari rekening pelanggan ke rekening kreditor (misalnya PLN atau PT Telkom).
Prepaid card.
Salah satu tipe Stored-value card yang menyimpan nilai moneter di dalamnya dan sebelumnya pelanggan sudah membayar nilai tersebut ke penerbit kartu.
Smart card.
Salah satu tipe stored-value card yang didalamnya tertanam satu atau lebih chips atau microprocessors sehingga bisa menyimpan data, melakukan perhitungan, atau melakukan proses untuk tujuan khusus (misalnya validasi PIN, otorisasi pembelian, verifikasi saldo rekening, dan menyimpan data pribadi). Kartu ini bisa digunakan pada system terbuka (misalnya untuk pembayaran transportasi public) atau system tertutup (misalnya MasterCard atau Visa networks).
Stored-value card.
Kartu yang di dalamnya tersimpan sejumlah nilai moneter, melalui pembayaran sebelumnya oleh pelanggan atau melalui simpanan yang diberikan oleh pemberi kerja atau perusahaan lain. Untuk single-purpose stored value card, penerbit (issuer) dan penerima (acceptor) kartu adalah perusahaan yang sama dan dana pada kartu tersebut menunjukkan pembayaran di muka untuk penggunaan barang dan jasa tertentu (misalnya kartu telpon). Limited-purpose card secara umum digunakan secara terbatas pada terminal POS yang teridentifikasi sebelumnya di lokasi-lokasi tertentu (misalnya vending machines di  sekolah-sekolah). Sedangkan multi-purpose card dapat digunakan pada beberapa penyedia jasa dengan kisaran yang lebih luas, misalnya kartu dengan logo MasterCard, Visa, atau logo lainnya dalam jaringan antar bank.
NAMA KELOMPOK3D21 :
Daniel Efraldo
Ahmad zakki M
DOSEN  : ROOSHWAN BUDHI UTOMO
MATA KULIAH : SISTEM INFORMASI AKUNTASI
 

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXFJ59NS9FnA6dLwCwc4WcTJ1uAg2O6VuJyTsGLbGlJ-Ug8KadzUjTl0TNS7ObD1u7MI_CJVtVRo53WWZtz0nH_YBC1r9D8TwhyphenhypheneqHnMNWEhSv_8iRbNSuSLhlawrVu97QZW-08RodYfc/s400/Data_Flow_Diagram_Example.jpg
DFD adalah representasi grafis dari sebuah sistem. Sebuah DFD menggambarkan komponen sistemnya arus data yang mengalir di antara komponen; dan sumbernya, tujuan, penyimpanan data. Ilustrasi menunjukan untuk simpul yang di gunakan pada DFD.

Diagram Kontek


Gambar 3.2 contoh DFD pertama konteks diagram.

Konteks diagram adalah diagram tingkat atas dari suatu sistem informasi yang menggambarkan data mengalir masuk dan keluar dari sistem dan masuk dan keluar dari entitas eksternal, Sedangkan entitas dalam diagram konteks menunjukan lingkungan yang relevan. Lingkunga yang relevan adalah bagian dari lingkungan yang mempengaruhi sistem of interes.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigQuGcu6eGJ8GG8oy5TUTUc4wdBs5_qS6y-MLZmdzZvTdShhjyDkHz-7Za_uoCvltqwdLyzsrIFpwjU_oXHfSbFuv2ZuUMbWIS_sPzuPPYCAnvF572HirM2X7vvPy7gkPXUDiYrcxfJmA/s320/g1.jpg


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhmOJinP7rfyGOtexF3f16c5hLTsBlu7ZgXYp_lTHDMrCsBJOQf2PtphnDnszroNXdub66ac6GhVWD6Cdp0JQlQCObn1IKOyHioYBR9Oc0AccoMo6f8Ui-xZcwj9AeAoQ5UMUiUSXKtFew/s400/g2.jpg

Fisik data flow diagram

Sebuah diagam aliran data fisik adalah gambaran dari sistem yang menunjukkan entitas sistem'internal dan eksternal, dan arus data masuk dan keluar dari entitas. Sebuah DFD fisik tidak memberi tahu kami apa yang sedang dicapai. Misalnya, pada gambar 3.3, kita melihat bahwa " petugaspenjualan " menerima uang tunai dari "Pelanggan" dan mengirim uang, ke "Kasir".
Perhatikan DFD fisik yang diberi label untuk menunjukkan bagaimana data yang ditransmisikan. Sebagai contoh, "petugas penjualan" mengirimkan "66W bentuk" untuk "Pembukuan") dan label filemenunjukkan bagaimana ( "Blue penjualan buku") sistem menyimpan catatan penjualan. Akhirnya,sedangkan kotak entitas pada diagram konteks mendefinisikan data flow diagram.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjtZYlc6j_P85BAakbhyphenhyphenMesFW2eaFRiiq4BUrfNVv8K9gkz9-CxUIIWoUeTtPhf-AhSbx46Wk4T_oesH3c886FoqHi7A7_NDPOtHbblpgCSWH01bHXe_g2lVCQhm0Pcn6mvcSBh-vNj9LQ/s400/g3.jpg
Gambar 3.3 Sebuah diagram aliran data fisik


Entitas eksternal di lingkungan yang relevan, DFD fisik mendefinisikan entitas internal.

 
Logical Data Flow Diagram
 
Sebuah diagram aliran data logis adalah representasi bergambar dari sistem yang menunjukkan proses sistem dan aliran data masuk dan keluar dari proses. Kami menggunakan DFD logis untuk mendokumentasikan sistem informasi karena kita dapat mewakili sifat logis dari sistem apa tugas sistem yang dilakukan tanpa harus menentukan bagaimana, di mana, atau oleh siapa tugas yang dicapai.
Keuntungan dari DFD logis (versus DFD fisik) adalah bahwa kita dapat berkonsentrasi pada fungsi sistem.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgl1szdC21oj8QftzN_Ib8ASWfs4OSOBHSwyBbirPvB38z5yes-3NYvDACM1OGxwAndjfxhsocOmAvOIUVW-JpneBWx2ZciwumF2SJKOqaB3eMnp4Ux6bLstrhHnmTtBYeEgsiF7BHqV0E/s400/g4.jpg


Menggambar Diagram Konteks
Sejak diagram konteks hanya terdiri dari satu lingkaran, kita dapat mulai diagram konteks kita dengan menggambar satu lingkaran di tengah kertas .

Pedoman 1:
Termasuk dalam konteks sistem (bubble) setiap entitas yang melakukan kegiatan informasi satu atau lebih pengolahan


Pedoman2:
Sertakan hanya rutinitas pemrosesan normal, tidak terkecuali rutinitas atau rutinitas kesalahan. Pada diagram konteks, DFD fisik, dan tingkat 0 DFD logis.


Pedoman 3

Entitas dengan cara alasan penerimaan kas sistem-pelanggan, bank, dan buku besar


Pedoman 4

Ketika entitas beroperasi multi-identik, menggambarkan hanya satu untuk mewakili semua.

Menggambar diagram alir data fisik saat ini


Pedoman 5

Untuk kejelasan, menggambar aliran data untuk setiap aliran masuk dan keluar dari file.


Pedoman 6

Jika file secara logis diperlukan (yaitu, karena adanya keterlambatan antara proses), termasuk file dalam diagram, apakah atau tidak disebutkan dalam cerita.


Pedoman 7

Kegiatan kelompok jika mereka terjadi di istana yang sama dan pada waktu yang sama.


Pedoman 8

Kegiatan kelompok jika mereka terjadi pada saat yang sama tapi di tempat yang berbeda.


Pedoman 9

Kegiatan kelompok yang tampaknya logis terkait, untuk menghilangkan satu-aktivitas gelembung sedapat mungkin.


Pedoman 10

Untuk membuat DFD dibaca, gunakan antara lima dan tujuh gelembung.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnvhkUH8Yj6fmekUwvJBrp4F-LtZP5-dZ7RbNolxDO0ITmlEN2wwCb3f9QXQybVAWpZ4AtrsfqxIQs_C98MaJLua5lKMZvupYSIOC_XO408fK-9B2QPosusdH-Wia5MOTSZ2gQANQXIWA/s400/g5.jpg

Gambar 3.5 Seperangkat DFD yang seimbang

 Setelah mulai dekomposisi kami di atas dengan pemandangan seluruh sistem (dan tujuan sistem), dan mengakui keterkaitan (yaitu, interface) antara bagian sistem, kita dapat melanjutkan secara teratur untuk slove masalah kita atau merancang sistem baru. menggunakan DFD dalam dua cara utama kita dapat menarik mereka untuk mendokumentasikan sistem yang ada, atau kita dapat membuat mereka dari awal ketika mengembangkan sistem baru. DFD (dan diagram alur) akan memiliki penampilan yang lebih profesional jika Anda menggunakan template flowcharting. Sebuah simbol (seperti kotak lingkaran dan persegi panjang) telah dipotong. Dengan menyediakan sarana untuk melacak simbol charting, template mempercepat gambar dan mempromosikan teknik charting yang baik.
Tabel entitas dan kegiatan

 Dalam jangka panjang, daftar ini akan mengarah pada persiapan lebih cepat dan lebih akurat dari DFD dan flowchart sistem karena menjelaskan informasi yang terdapat dalam narasi dan membantu kita untuk mendokumentasikan sistem dengan benar.jika kita menerapkan pedoman 8 (yaitu, waktu yang sama tetapi tempat yang berbeda) untuk pengelompokan sebelumnya, kita bisa menggabungkan kegiatan 8 dan 13, 14 dan 17, 16 dan 11, dan 9, 18 dan 19 solusi ini juga baik-baik saja dan merupakan sedikit lebih baik daripada solusi pertama kami karena kami sekarang memiliki lima gelembung dan kami hanya memiliki satu gelembung aktivitas tunggal.
jika kita menerapkan pedoman 9 (yaitu, kegiatan logis terkait), kita dapat menggabungkan kegiatan 1 3 4 althrought ini lulusan kita dengan hanya empat gelembung solusi ini unggul dua yang pertama karena kita tidak memiliki gelembung aktivitas tunggal.

Singkatnya, kelompok kami adalah
Kelompok 1: kegiatan 2,3,4
Kelompok 2: kegiatan 8,13,14,17
Kelompok 3: kegiatan 16,11
Kelompok 4: kegiatan 18,19,9

Untuk menggambar DFD logis, Anda harus mulai dengan cara yang sama yang Anda mulai menggambar DFD fisik saat ini. menggambar entitas eksternal dekat tepi selembar kertas. menggambar dan label mengalir ke dan dari enties eksternal, sementara meninggalkan pusat halaman kosong untuk menerima sisa diagram. karena ini adalah DFD logis, data yang mengalir ke dan dari entitas harus memiliki deskripsi logis (misalnya, deskripsi digunakan pada diagram konteks). bandingkan diagram Anda untuk solusi di figuare 3,9 menyelesaikan segala perbedaan diagram Anda akan terlihat seperti itu di figuare 3,9 jika Anda menggunakan pengelompokan yang kita dijelaskan. pengelompokan lain yang mungkin dalam pedoman. Setiap kelompok yang berbeda harus mengarah pada DFD logis berbeda.
Ringkasan menggambar diagram alir data
dalam bagian ini, kami merangkum apa yang telah kita pelajari tentang menggambar DFD, dan kami menyajikan petunjuk untuk membantu Anda menggambar diagram ini akhirnya, kami memberikan beberapa pedoman baru untuk menangani beberapa kasus khusus yang tidak muncul ketika kita menarik DFD lintas.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEilxifkIIO_znkLZuGLtH-I1oW2u4uLmTPDhZfL86wGDPYr-5kwLgq2MNNZYHx3eorbQFmIYjBrON17ZXva8VdxjqgZ6ZO337IZG6q5HguBUe-hY-kOuHznz2VeMf1Y3BAwmeAHEPmJi2Q/s640/g6.jpg




NAMA KELOMPOK 3DB21 :

DOSEN  : ROOSHWAN BUDHI UTOMO
MATA KULIAH : SISTEM INFORMASI AKUNTASI
 


Data Flow Diagram, flowchart dan data dictionary, Untuk sebuah sistem kami membutuhkan gambar ketimbang sebuah narasi deskripsi. Untuk melihat dan menganalisa semua input dan output sebagai contoh, dengan sistem flowchart atau bisa menganalisa arus lembar kerja melalui operasi, manajemen dan sistem informasi, dan kita bisa mengerti siapa yang menerima output dan dimana mereka menemukannya, menggunakan sistem informasi dokumen akan mengerti bahwa DFD dan flowchart lebih efisien (dan efektif) dalam mengguunakan dokumentasi untuk dimengerti dan meningkatkan sebuah sistem,
 


DFD adalah representasi grafis dari sebuah sistem. Sebuah DFD menggambarkan komponen sistemnya arus data yang mengalir di antara komponen; dan sumbernya, tujuan, penyimpanan data. Ilustrasi menunjukan untuk simpul yang di gunakan pada DFD, pelajari symbol ini dan pengertiannya, perhatikan bahwa gelembung atau bubble dapat berupa sebuah entitas pada DFD fisik atau sebuah proses pada DFD logika.


Diagram Kontek


Gambar 3.2 contoh DFD pertama konteks diagram.

Konteks diagram adalah diagram tingkat atas dari suatu sistem informasi yang menggambarkan data mengalir masuk dan keluar dari sistem dan masuk dan keluar dari entitas eksternal, Sedangkan entitas dalam diagram konteks menunjukan lingkungan yang relevan. Lingkunga yang relevan adalah bagian dari lingkungan yang mempengaruhi sistem of interes.




Fisik data flow diagram

Sebuah diagam aliran data fisik adalah gambaran dari sistem yang menunjukkan entitas sistem 'internal dan eksternal, dan arus data masuk dan keluar dari entitas.Sebuah DFD fisik tidak memberi tahu kami apa yang sedang dicapai. Misalnya, pada gambar 3.3, kita melihat bahwa " petugas penjualan " menerima uang tunai dari "Pelanggan" dan mengirim uang, ke "Kasir".
Perhatikan DFD fisik yang diberi label untuk menunjukkan bagaimana data yang ditransmisikan.  Sebagai contoh, "petugas penjualan" mengirimkan "66W bentuk" untuk "Pembukuan") dan label file menunjukkan bagaimana ( "Blue penjualan buku") sistem menyimpan catatan penjualan. Akhirnya, sedangkan kotak entitas pada diagram konteks mendefinisikan data flow diagram.


Entitas eksternal di lingkungan yang relevan, DFD fisik mendefinisikan entitas internal.

 
Logical Data Flow Diagram
 
Sebuah diagram aliran data logis adalah representasi bergambar dari sistem yang menunjukkan proses sistem dan aliran data masuk dan keluar dari proses. Kami menggunakan DFD logis untuk mendokumentasikan sistem informasi karena kita dapat mewakili sifat logis dari sistem apa tugas sistem yang dilakukan tanpa harus menentukan bagaimana, di mana, atau oleh siapa tugas yang dicapai.
Keuntungan dari DFD logis (versus DFD fisik) adalah bahwa kita dapat berkonsentrasi pada fungsi sistem.



Menggambar Diagram Konteks


Untuk menggambar diagram konteks. sejak diagram konteks hanya terdiri dari satu lingkaran, kita dapat mulai diagram konteks kita dengan menggambar satu lingkaran di tengah kertas . selanjutnya, kita harus menarik kotak entitas. untuk melakukan hal ini, kita harus memutuskan mana dari entitas


Pedoman 1:
Termasuk dalam konteks sistem (bubble) setiap entitas yang melakukan kegiatan informasi satu atau lebih pengolahan


Pedoman2:
Sertakan hanya rutinitas pemrosesan normal, tidak terkecuali rutinitas atau rutinitas kesalahan. Pada diagram konteks, DFD fisik, dan tingkat 0 DFD logis.




Pedoman 3

Entitas dengan cara alasan penerimaan kas sistem-pelanggan, bank, dan buku besar


Pedoman 4

Ketika entitas beroperasi multi-identik, menggambarkan hanya satu untuk mewakili semua.

Menggambar diagram alir data fisik saat ini


Pedoman 5

Untuk kejelasan, menggambar aliran data untuk setiap aliran masuk dan keluar dari file.


Pedoman 6

Jika file secara logis diperlukan (yaitu, karena adanya keterlambatan antara proses), termasuk file dalam diagram, apakah atau tidak disebutkan dalam cerita.


Pedoman 7

Kegiatan kelompok jika mereka terjadi di istana yang sama dan pada waktu yang sama.


Pedoman 8

Kegiatan kelompok jika mereka terjadi pada saat yang sama tapi di tempat yang berbeda.


Pedoman 9

Kegiatan kelompok yang tampaknya logis terkait, untuk menghilangkan satu-aktivitas gelembung sedapat mungkin.


Pedoman 10

Untuk membuat DFD dibaca, gunakan antara lima dan tujuh gelembung.


Gambar 3.5 Seperangkat DFD yang seimbang

(Atau situasi masalah) dalam top-down secara, mengungkapkan detil semakin lebih. Setelah mulai dekomposisi kami di atas dengan pemandangan seluruh sistem (dan tujuan sistem), dan mengakui keterkaitan (yaitu, interface) antara bagian sistem, kita dapat melanjutkan secara teratur untuk slove masalah kita atau merancang sistem baru. menggunakan DFD dalam dua cara utama kita dapat menarik mereka untuk mendokumentasikan sistem yang ada, atau kita dapat membuat mereka dari awal ketika mengembangkan sistem baru. DFD (dan diagram alur) akan memiliki penampilan yang lebih profesional jika Anda menggunakan template flowcharting. Sebuah simbol (seperti kotak lingkaran dan persegi panjang) telah dipotong. 
Tabel entitas dan kegiatan

untuk membuat tabel entitas dan kegiatan. Dalam jangka panjang, daftar ini akan mengarah pada persiapan lebih cepat dan lebih akurat dari DFD dan flowchart sistem karena menjelaskan informasi yang terdapat dalam narasi dan membantu kita untuk mendokumentasikan sistem dengan benar. jika kita menerapkan pedoman 8 (yaitu, waktu yang sama tetapi tempat yang berbeda) untuk pengelompokan sebelumnya, kita bisa menggabungkan kegiatan 8 dan 13, 14 dan 17, 16 dan 11, dan 9, 18 dan 19 solusi ini juga baik-baik saja dan merupakan sedikit lebih baik daripada solusi pertama kami karena kami sekarang memiliki lima gelembung dan kami hanya memiliki satu gelembung aktivitas tunggal.
jika kita menerapkan pedoman 9 (yaitu, kegiatan logis terkait), kita dapat menggabungkan kegiatan 1 3 4 althrought ini lulusan kita dengan hanya empat gelembung solusi ini unggul dua yang pertama karena kita tidak memiliki gelembung aktivitas tunggal.

Singkatnya, kelompok kami adalah
Kelompok 1: kegiatan 2,3,4
Kelompok 2: kegiatan 8,13,14,17
Kelompok 3: kegiatan 16,11
Kelompok 4: kegiatan 18,19,9

Untuk menggambar DFD logis, Anda harus mulai dengan cara yang sama yang Anda mulai menggambar DFD fisik saat ini. menggambar entitas eksternal dekat tepi selembar kertas. menggambar dan label mengalir ke dan dari enties eksternal, sementara meninggalkan pusat halaman kosong untuk menerima sisa diagram. karena ini adalah DFD logis, data yang mengalir ke dan dari entitas harus memiliki deskripsi logis (misalnya, deskripsi digunakan pada diagram konteks). bandingkan diagram Anda untuk solusi di figuare 3,9 menyelesaikan segala perbedaan diagram Anda akan terlihat seperti itu di figuare 3,9 jika Anda menggunakan pengelompokan yang kita dijelaskan. pengelompokan lain yang mungkin dalam pedoman. Setiap kelompok yang berbeda harus mengarah pada DFD logis berbeda.
Ringkasan menggambar diagram alir data
dalam bagian ini, kami merangkum apa yang telah kita pelajari tentang menggambar DFD, dan kami menyajikan petunjuk untuk membantu Anda menggambar diagram ini akhirnya, kami memberikan beberapa pedoman baru untuk menangani beberapa kasus khusus yang tidak muncul ketika kita menarik DFD lintas.