RSS


Perkembangan teknologi perbankan elektronik
Saat ini perkembangan teknologi sudah semakin canggih, setiap orang dapat dengan mudah dan cepat mengakses teknologi.Khususna di dunia perbankkan dengan segala fasilitas yang disediakan sudah sangat banyak bagi perusahaan bank, pelayanan ini untuk memberi kenyamanan bagi nasabah.
Kegunaan komputer di bidang perbankan untuk menghasilkan informasi bagi pihak manajemen bank sendiri dan juga untuk meningkatkan pelayanan kepada pihak nasabah bank Saat ini dengan dikenalnya E-Commerce, maka pelayanan transaksi secara online dapat diterapkan dengan disediakannya ATM kemudian dengan penggunaan internet memudahkan perbankan dalam melakukan pelayanan kepada nasabahnya melalui INTERNET BANKING dan SMS BANKING. Pesatnya perkembangan teknologi itu telah membentuk masyarakat informasi internasional,termasuk di Indonesia. Sehingga satu sama lain menjadikan belahan dunia ini menjadi sempit dan berjarak pendek Berbisnis pun begitu mudahnya,seperti membalikkan telapak tangan.
Jenis-jenis E-Banking
Automated teller machine (ATM).
Terminal elektronik yang idsediakan lembaga keuangan atau perusahaan lainnya yang membolehkan nasabah untuk melakukan penarikan tunai dari rekening simpanannya di bank, melakukan setoran, cek saldo, atau pemindahan dana.
Computer banking.
Layanan bank yang bisa diakses oleh nasabah melalui koneksi internet ke pusat pusat data bank, untuk melakukan beberapa layanan perbankan, menerima dan membayar tagihan, dan lain-lain.
Debit (or check) card.
Kartu yang digunakan pada ATM atau terminal point-of-sale (POS) yang memungkinkan pelanggan memperoleh dana yang langsung didebet (diambil) dari rekening banknya.
Direct deposit.
Salah satu bentuk pembayaran yang dilakukan oleh organisasi (misalnya pemberi kerja atau instansi pemerintah) yang membayar sejumlah dana (misalnya gaji atau pensiun) melalui transfer elektronik. Dana ditransfer langsung ke setiap rekening nasabah.
Direct payment (also electronic bill payment).
Salah satu bentuk pembayaran yang mengizinkan nasabah untuk membayar tagihan melalui transfer dana elektronik. Dana tersebut secara elektronik ditransfer dari rekening nasabah ke rekening kreditor. Direct payment berbeda dari preauthorized debit dalam hal ini, nasabah harus menginisiasi setiap transaksi direct payment.
Electronic bill presentment and payment (EBPP).
Bentuk pembayaran tagihan yang disampaikan atau diinformasikan ke nasabah atau pelanggan secara online, misalnya melalui email atau catatan dalam rekening bank.Setelah penyampaian tagihan tersebut, pelanggan boleh membayar taguhan tersebut secara online juga jika berkenan. Pembayaran tersebut secara elektronik akan mengurangi saldo simpanan pelanggan tersebut.
Electronic check conversion.
Proses konversi informasi yang tertuang dalam cek (number rekening, jumlah transaksi, dll) ke dalam format elektronik agar bisa dilakukan pemindahan dana elektronik.
Electronic fund transfer (EFT).
Perpindahan “uang” atau “pinjaman” dari satu rekening ke rekening lainnya melalui media elektronik..
Payroll card.
Salah satu tipe “stored-value card” yang diterbitkan pemberi kerja sebagai pengganti cek yang memungkinkan pegawainya mengakses pembayaraannya pada terminal ATM atau Point of Sales.Pemberi kerja menambahkan nilai pembayaran pegawai ke kartu tersebut secara elektronik.
Preauthorized debit (or automatic bill payment).
Bentuk pembuayaran yang mengizinkan nasabah untuk mengotorisasi pembayaran rutin otomatis yang diambil dari rekening banknya pada tanggal-tangal tertentu dan biasanya dengan jumlah pembayaran tertentu (misalnya pembayaran listrik, tagihan telpon, dll).Dana secara elektronik ditransfer dari rekening pelanggan ke rekening kreditor (misalnya PLN atau PT Telkom).
Prepaid card.
Salah satu tipe Stored-value card yang menyimpan nilai moneter di dalamnya dan sebelumnya pelanggan sudah membayar nilai tersebut ke penerbit kartu.
Smart card.
Salah satu tipe stored-value card yang didalamnya tertanam satu atau lebih chips atau microprocessors sehingga bisa menyimpan data, melakukan perhitungan, atau melakukan proses untuk tujuan khusus (misalnya validasi PIN, otorisasi pembelian, verifikasi saldo rekening, dan menyimpan data pribadi). Kartu ini bisa digunakan pada system terbuka (misalnya untuk pembayaran transportasi public) atau system tertutup (misalnya MasterCard atau Visa networks).
Stored-value card.
Kartu yang di dalamnya tersimpan sejumlah nilai moneter, melalui pembayaran sebelumnya oleh pelanggan atau melalui simpanan yang diberikan oleh pemberi kerja atau perusahaan lain. Untuk single-purpose stored value card, penerbit (issuer) dan penerima (acceptor) kartu adalah perusahaan yang sama dan dana pada kartu tersebut menunjukkan pembayaran di muka untuk penggunaan barang dan jasa tertentu (misalnya kartu telpon). Limited-purpose card secara umum digunakan secara terbatas pada terminal POS yang teridentifikasi sebelumnya di lokasi-lokasi tertentu (misalnya vending machines di  sekolah-sekolah). Sedangkan multi-purpose card dapat digunakan pada beberapa penyedia jasa dengan kisaran yang lebih luas, misalnya kartu dengan logo MasterCard, Visa, atau logo lainnya dalam jaringan antar bank.
NAMA KELOMPOK3D21 :
Daniel Efraldo
Ahmad zakki M
DOSEN  : ROOSHWAN BUDHI UTOMO
MATA KULIAH : SISTEM INFORMASI AKUNTASI
 

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXFJ59NS9FnA6dLwCwc4WcTJ1uAg2O6VuJyTsGLbGlJ-Ug8KadzUjTl0TNS7ObD1u7MI_CJVtVRo53WWZtz0nH_YBC1r9D8TwhyphenhypheneqHnMNWEhSv_8iRbNSuSLhlawrVu97QZW-08RodYfc/s400/Data_Flow_Diagram_Example.jpg
DFD adalah representasi grafis dari sebuah sistem. Sebuah DFD menggambarkan komponen sistemnya arus data yang mengalir di antara komponen; dan sumbernya, tujuan, penyimpanan data. Ilustrasi menunjukan untuk simpul yang di gunakan pada DFD.

Diagram Kontek


Gambar 3.2 contoh DFD pertama konteks diagram.

Konteks diagram adalah diagram tingkat atas dari suatu sistem informasi yang menggambarkan data mengalir masuk dan keluar dari sistem dan masuk dan keluar dari entitas eksternal, Sedangkan entitas dalam diagram konteks menunjukan lingkungan yang relevan. Lingkunga yang relevan adalah bagian dari lingkungan yang mempengaruhi sistem of interes.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigQuGcu6eGJ8GG8oy5TUTUc4wdBs5_qS6y-MLZmdzZvTdShhjyDkHz-7Za_uoCvltqwdLyzsrIFpwjU_oXHfSbFuv2ZuUMbWIS_sPzuPPYCAnvF572HirM2X7vvPy7gkPXUDiYrcxfJmA/s320/g1.jpg


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhmOJinP7rfyGOtexF3f16c5hLTsBlu7ZgXYp_lTHDMrCsBJOQf2PtphnDnszroNXdub66ac6GhVWD6Cdp0JQlQCObn1IKOyHioYBR9Oc0AccoMo6f8Ui-xZcwj9AeAoQ5UMUiUSXKtFew/s400/g2.jpg

Fisik data flow diagram

Sebuah diagam aliran data fisik adalah gambaran dari sistem yang menunjukkan entitas sistem'internal dan eksternal, dan arus data masuk dan keluar dari entitas. Sebuah DFD fisik tidak memberi tahu kami apa yang sedang dicapai. Misalnya, pada gambar 3.3, kita melihat bahwa " petugaspenjualan " menerima uang tunai dari "Pelanggan" dan mengirim uang, ke "Kasir".
Perhatikan DFD fisik yang diberi label untuk menunjukkan bagaimana data yang ditransmisikan. Sebagai contoh, "petugas penjualan" mengirimkan "66W bentuk" untuk "Pembukuan") dan label filemenunjukkan bagaimana ( "Blue penjualan buku") sistem menyimpan catatan penjualan. Akhirnya,sedangkan kotak entitas pada diagram konteks mendefinisikan data flow diagram.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjtZYlc6j_P85BAakbhyphenhyphenMesFW2eaFRiiq4BUrfNVv8K9gkz9-CxUIIWoUeTtPhf-AhSbx46Wk4T_oesH3c886FoqHi7A7_NDPOtHbblpgCSWH01bHXe_g2lVCQhm0Pcn6mvcSBh-vNj9LQ/s400/g3.jpg
Gambar 3.3 Sebuah diagram aliran data fisik


Entitas eksternal di lingkungan yang relevan, DFD fisik mendefinisikan entitas internal.

 
Logical Data Flow Diagram
 
Sebuah diagram aliran data logis adalah representasi bergambar dari sistem yang menunjukkan proses sistem dan aliran data masuk dan keluar dari proses. Kami menggunakan DFD logis untuk mendokumentasikan sistem informasi karena kita dapat mewakili sifat logis dari sistem apa tugas sistem yang dilakukan tanpa harus menentukan bagaimana, di mana, atau oleh siapa tugas yang dicapai.
Keuntungan dari DFD logis (versus DFD fisik) adalah bahwa kita dapat berkonsentrasi pada fungsi sistem.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgl1szdC21oj8QftzN_Ib8ASWfs4OSOBHSwyBbirPvB38z5yes-3NYvDACM1OGxwAndjfxhsocOmAvOIUVW-JpneBWx2ZciwumF2SJKOqaB3eMnp4Ux6bLstrhHnmTtBYeEgsiF7BHqV0E/s400/g4.jpg


Menggambar Diagram Konteks
Sejak diagram konteks hanya terdiri dari satu lingkaran, kita dapat mulai diagram konteks kita dengan menggambar satu lingkaran di tengah kertas .

Pedoman 1:
Termasuk dalam konteks sistem (bubble) setiap entitas yang melakukan kegiatan informasi satu atau lebih pengolahan


Pedoman2:
Sertakan hanya rutinitas pemrosesan normal, tidak terkecuali rutinitas atau rutinitas kesalahan. Pada diagram konteks, DFD fisik, dan tingkat 0 DFD logis.


Pedoman 3

Entitas dengan cara alasan penerimaan kas sistem-pelanggan, bank, dan buku besar


Pedoman 4

Ketika entitas beroperasi multi-identik, menggambarkan hanya satu untuk mewakili semua.

Menggambar diagram alir data fisik saat ini


Pedoman 5

Untuk kejelasan, menggambar aliran data untuk setiap aliran masuk dan keluar dari file.


Pedoman 6

Jika file secara logis diperlukan (yaitu, karena adanya keterlambatan antara proses), termasuk file dalam diagram, apakah atau tidak disebutkan dalam cerita.


Pedoman 7

Kegiatan kelompok jika mereka terjadi di istana yang sama dan pada waktu yang sama.


Pedoman 8

Kegiatan kelompok jika mereka terjadi pada saat yang sama tapi di tempat yang berbeda.


Pedoman 9

Kegiatan kelompok yang tampaknya logis terkait, untuk menghilangkan satu-aktivitas gelembung sedapat mungkin.


Pedoman 10

Untuk membuat DFD dibaca, gunakan antara lima dan tujuh gelembung.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnvhkUH8Yj6fmekUwvJBrp4F-LtZP5-dZ7RbNolxDO0ITmlEN2wwCb3f9QXQybVAWpZ4AtrsfqxIQs_C98MaJLua5lKMZvupYSIOC_XO408fK-9B2QPosusdH-Wia5MOTSZ2gQANQXIWA/s400/g5.jpg

Gambar 3.5 Seperangkat DFD yang seimbang

 Setelah mulai dekomposisi kami di atas dengan pemandangan seluruh sistem (dan tujuan sistem), dan mengakui keterkaitan (yaitu, interface) antara bagian sistem, kita dapat melanjutkan secara teratur untuk slove masalah kita atau merancang sistem baru. menggunakan DFD dalam dua cara utama kita dapat menarik mereka untuk mendokumentasikan sistem yang ada, atau kita dapat membuat mereka dari awal ketika mengembangkan sistem baru. DFD (dan diagram alur) akan memiliki penampilan yang lebih profesional jika Anda menggunakan template flowcharting. Sebuah simbol (seperti kotak lingkaran dan persegi panjang) telah dipotong. Dengan menyediakan sarana untuk melacak simbol charting, template mempercepat gambar dan mempromosikan teknik charting yang baik.
Tabel entitas dan kegiatan

 Dalam jangka panjang, daftar ini akan mengarah pada persiapan lebih cepat dan lebih akurat dari DFD dan flowchart sistem karena menjelaskan informasi yang terdapat dalam narasi dan membantu kita untuk mendokumentasikan sistem dengan benar.jika kita menerapkan pedoman 8 (yaitu, waktu yang sama tetapi tempat yang berbeda) untuk pengelompokan sebelumnya, kita bisa menggabungkan kegiatan 8 dan 13, 14 dan 17, 16 dan 11, dan 9, 18 dan 19 solusi ini juga baik-baik saja dan merupakan sedikit lebih baik daripada solusi pertama kami karena kami sekarang memiliki lima gelembung dan kami hanya memiliki satu gelembung aktivitas tunggal.
jika kita menerapkan pedoman 9 (yaitu, kegiatan logis terkait), kita dapat menggabungkan kegiatan 1 3 4 althrought ini lulusan kita dengan hanya empat gelembung solusi ini unggul dua yang pertama karena kita tidak memiliki gelembung aktivitas tunggal.

Singkatnya, kelompok kami adalah
Kelompok 1: kegiatan 2,3,4
Kelompok 2: kegiatan 8,13,14,17
Kelompok 3: kegiatan 16,11
Kelompok 4: kegiatan 18,19,9

Untuk menggambar DFD logis, Anda harus mulai dengan cara yang sama yang Anda mulai menggambar DFD fisik saat ini. menggambar entitas eksternal dekat tepi selembar kertas. menggambar dan label mengalir ke dan dari enties eksternal, sementara meninggalkan pusat halaman kosong untuk menerima sisa diagram. karena ini adalah DFD logis, data yang mengalir ke dan dari entitas harus memiliki deskripsi logis (misalnya, deskripsi digunakan pada diagram konteks). bandingkan diagram Anda untuk solusi di figuare 3,9 menyelesaikan segala perbedaan diagram Anda akan terlihat seperti itu di figuare 3,9 jika Anda menggunakan pengelompokan yang kita dijelaskan. pengelompokan lain yang mungkin dalam pedoman. Setiap kelompok yang berbeda harus mengarah pada DFD logis berbeda.
Ringkasan menggambar diagram alir data
dalam bagian ini, kami merangkum apa yang telah kita pelajari tentang menggambar DFD, dan kami menyajikan petunjuk untuk membantu Anda menggambar diagram ini akhirnya, kami memberikan beberapa pedoman baru untuk menangani beberapa kasus khusus yang tidak muncul ketika kita menarik DFD lintas.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEilxifkIIO_znkLZuGLtH-I1oW2u4uLmTPDhZfL86wGDPYr-5kwLgq2MNNZYHx3eorbQFmIYjBrON17ZXva8VdxjqgZ6ZO337IZG6q5HguBUe-hY-kOuHznz2VeMf1Y3BAwmeAHEPmJi2Q/s640/g6.jpg




NAMA KELOMPOK 3DB21 :

DOSEN  : ROOSHWAN BUDHI UTOMO
MATA KULIAH : SISTEM INFORMASI AKUNTASI
 


Data Flow Diagram, flowchart dan data dictionary, Untuk sebuah sistem kami membutuhkan gambar ketimbang sebuah narasi deskripsi. Untuk melihat dan menganalisa semua input dan output sebagai contoh, dengan sistem flowchart atau bisa menganalisa arus lembar kerja melalui operasi, manajemen dan sistem informasi, dan kita bisa mengerti siapa yang menerima output dan dimana mereka menemukannya, menggunakan sistem informasi dokumen akan mengerti bahwa DFD dan flowchart lebih efisien (dan efektif) dalam mengguunakan dokumentasi untuk dimengerti dan meningkatkan sebuah sistem,
 


DFD adalah representasi grafis dari sebuah sistem. Sebuah DFD menggambarkan komponen sistemnya arus data yang mengalir di antara komponen; dan sumbernya, tujuan, penyimpanan data. Ilustrasi menunjukan untuk simpul yang di gunakan pada DFD, pelajari symbol ini dan pengertiannya, perhatikan bahwa gelembung atau bubble dapat berupa sebuah entitas pada DFD fisik atau sebuah proses pada DFD logika.


Diagram Kontek


Gambar 3.2 contoh DFD pertama konteks diagram.

Konteks diagram adalah diagram tingkat atas dari suatu sistem informasi yang menggambarkan data mengalir masuk dan keluar dari sistem dan masuk dan keluar dari entitas eksternal, Sedangkan entitas dalam diagram konteks menunjukan lingkungan yang relevan. Lingkunga yang relevan adalah bagian dari lingkungan yang mempengaruhi sistem of interes.




Fisik data flow diagram

Sebuah diagam aliran data fisik adalah gambaran dari sistem yang menunjukkan entitas sistem 'internal dan eksternal, dan arus data masuk dan keluar dari entitas.Sebuah DFD fisik tidak memberi tahu kami apa yang sedang dicapai. Misalnya, pada gambar 3.3, kita melihat bahwa " petugas penjualan " menerima uang tunai dari "Pelanggan" dan mengirim uang, ke "Kasir".
Perhatikan DFD fisik yang diberi label untuk menunjukkan bagaimana data yang ditransmisikan.  Sebagai contoh, "petugas penjualan" mengirimkan "66W bentuk" untuk "Pembukuan") dan label file menunjukkan bagaimana ( "Blue penjualan buku") sistem menyimpan catatan penjualan. Akhirnya, sedangkan kotak entitas pada diagram konteks mendefinisikan data flow diagram.


Entitas eksternal di lingkungan yang relevan, DFD fisik mendefinisikan entitas internal.

 
Logical Data Flow Diagram
 
Sebuah diagram aliran data logis adalah representasi bergambar dari sistem yang menunjukkan proses sistem dan aliran data masuk dan keluar dari proses. Kami menggunakan DFD logis untuk mendokumentasikan sistem informasi karena kita dapat mewakili sifat logis dari sistem apa tugas sistem yang dilakukan tanpa harus menentukan bagaimana, di mana, atau oleh siapa tugas yang dicapai.
Keuntungan dari DFD logis (versus DFD fisik) adalah bahwa kita dapat berkonsentrasi pada fungsi sistem.



Menggambar Diagram Konteks


Untuk menggambar diagram konteks. sejak diagram konteks hanya terdiri dari satu lingkaran, kita dapat mulai diagram konteks kita dengan menggambar satu lingkaran di tengah kertas . selanjutnya, kita harus menarik kotak entitas. untuk melakukan hal ini, kita harus memutuskan mana dari entitas


Pedoman 1:
Termasuk dalam konteks sistem (bubble) setiap entitas yang melakukan kegiatan informasi satu atau lebih pengolahan


Pedoman2:
Sertakan hanya rutinitas pemrosesan normal, tidak terkecuali rutinitas atau rutinitas kesalahan. Pada diagram konteks, DFD fisik, dan tingkat 0 DFD logis.




Pedoman 3

Entitas dengan cara alasan penerimaan kas sistem-pelanggan, bank, dan buku besar


Pedoman 4

Ketika entitas beroperasi multi-identik, menggambarkan hanya satu untuk mewakili semua.

Menggambar diagram alir data fisik saat ini


Pedoman 5

Untuk kejelasan, menggambar aliran data untuk setiap aliran masuk dan keluar dari file.


Pedoman 6

Jika file secara logis diperlukan (yaitu, karena adanya keterlambatan antara proses), termasuk file dalam diagram, apakah atau tidak disebutkan dalam cerita.


Pedoman 7

Kegiatan kelompok jika mereka terjadi di istana yang sama dan pada waktu yang sama.


Pedoman 8

Kegiatan kelompok jika mereka terjadi pada saat yang sama tapi di tempat yang berbeda.


Pedoman 9

Kegiatan kelompok yang tampaknya logis terkait, untuk menghilangkan satu-aktivitas gelembung sedapat mungkin.


Pedoman 10

Untuk membuat DFD dibaca, gunakan antara lima dan tujuh gelembung.


Gambar 3.5 Seperangkat DFD yang seimbang

(Atau situasi masalah) dalam top-down secara, mengungkapkan detil semakin lebih. Setelah mulai dekomposisi kami di atas dengan pemandangan seluruh sistem (dan tujuan sistem), dan mengakui keterkaitan (yaitu, interface) antara bagian sistem, kita dapat melanjutkan secara teratur untuk slove masalah kita atau merancang sistem baru. menggunakan DFD dalam dua cara utama kita dapat menarik mereka untuk mendokumentasikan sistem yang ada, atau kita dapat membuat mereka dari awal ketika mengembangkan sistem baru. DFD (dan diagram alur) akan memiliki penampilan yang lebih profesional jika Anda menggunakan template flowcharting. Sebuah simbol (seperti kotak lingkaran dan persegi panjang) telah dipotong. 
Tabel entitas dan kegiatan

untuk membuat tabel entitas dan kegiatan. Dalam jangka panjang, daftar ini akan mengarah pada persiapan lebih cepat dan lebih akurat dari DFD dan flowchart sistem karena menjelaskan informasi yang terdapat dalam narasi dan membantu kita untuk mendokumentasikan sistem dengan benar. jika kita menerapkan pedoman 8 (yaitu, waktu yang sama tetapi tempat yang berbeda) untuk pengelompokan sebelumnya, kita bisa menggabungkan kegiatan 8 dan 13, 14 dan 17, 16 dan 11, dan 9, 18 dan 19 solusi ini juga baik-baik saja dan merupakan sedikit lebih baik daripada solusi pertama kami karena kami sekarang memiliki lima gelembung dan kami hanya memiliki satu gelembung aktivitas tunggal.
jika kita menerapkan pedoman 9 (yaitu, kegiatan logis terkait), kita dapat menggabungkan kegiatan 1 3 4 althrought ini lulusan kita dengan hanya empat gelembung solusi ini unggul dua yang pertama karena kita tidak memiliki gelembung aktivitas tunggal.

Singkatnya, kelompok kami adalah
Kelompok 1: kegiatan 2,3,4
Kelompok 2: kegiatan 8,13,14,17
Kelompok 3: kegiatan 16,11
Kelompok 4: kegiatan 18,19,9

Untuk menggambar DFD logis, Anda harus mulai dengan cara yang sama yang Anda mulai menggambar DFD fisik saat ini. menggambar entitas eksternal dekat tepi selembar kertas. menggambar dan label mengalir ke dan dari enties eksternal, sementara meninggalkan pusat halaman kosong untuk menerima sisa diagram. karena ini adalah DFD logis, data yang mengalir ke dan dari entitas harus memiliki deskripsi logis (misalnya, deskripsi digunakan pada diagram konteks). bandingkan diagram Anda untuk solusi di figuare 3,9 menyelesaikan segala perbedaan diagram Anda akan terlihat seperti itu di figuare 3,9 jika Anda menggunakan pengelompokan yang kita dijelaskan. pengelompokan lain yang mungkin dalam pedoman. Setiap kelompok yang berbeda harus mengarah pada DFD logis berbeda.
Ringkasan menggambar diagram alir data
dalam bagian ini, kami merangkum apa yang telah kita pelajari tentang menggambar DFD, dan kami menyajikan petunjuk untuk membantu Anda menggambar diagram ini akhirnya, kami memberikan beberapa pedoman baru untuk menangani beberapa kasus khusus yang tidak muncul ketika kita menarik DFD lintas.

pengambilan keputusan

pengambilan keputusan


PENGAMBILAN KEPUTUSAN


BAB I
PENDAHULUAN
I.1 LATAR BELAKANG

Pengambilan keputusan dapat dianggap sebagai suatu hasil atau keluaran dari proses mental atau kognitif yang membawa pada pemilihan suatu jalur tindakan di antara beberapa alternatif yang tersedia. Setiap proses pengambilan keputusan selalu menghasilkan satu pilihan final. Keluarannya bisa berupa suatu tindakan (aksi) atau suatu opini terhadap pilihan.

I.2 TUJUAN
1. Pencapaian tujuan organisasi secara lancar, mudah, dan efisien.
2. Pemecahan masalah atas kendala yang dihadapi organisasi(yang seringkali bersifat kontradktif).


BAB II
ISI
A. Dasar Pengambilan Keputusan
1. Pengambilan Keputusan Berdasarkan Intuisi yaitu Pengambilan keputusan yang berdasarkan perasaan hati yang seringkali bersifat subyektif. Pengambilan keputusan yang berdasarkan intuisi membutuhkan waktu yang singkat, untuk masalah-masalah yang dampaknya terbatas, pada umumnya pengambilan keputusan yang bersifat intuitif akan memberikan kepuasan sepihak dan bersifat perasaan.
Sifat subjektif dari keputusuan intuitif ini memberikan keuntungan, yaitu :
a. Pengambilan keputusan oleh satu pihak sehingga mudah untuk memutuskan.
b. Keputusan intuitif lebih tepat untuk masalah-masalah yang bersifat kemanusiaan
2. Pengambilan Keputusan Rasional yaitu Pengambilan keputusan yang dibuat berdasarkan pertimbangan rasional berfikir dan lebih bersifat objektif. Keputusan yang bersifat rasional berkaitan dengan daya guna pikir. Masalah–masalah yang dihadapi merupakan masalah yang memerlukan pemecahan rasional. Keputusan yang dibuat berdasarkan pertimbangan rasional lebih bersifat objektif dan dapat diukur.
3. Pengambilan Keputusan Berdasarkan Pengalaman yaitu Pengambilan keputusan yang berdasarkan pengalaman-pengalaman yang diperoleh sehingga dapat digunakan untuk memperkirakan apa yang menjadi latar belakang masalah dan bagaimana arah penyelesaiannya. Keputusan yang berdasarkan pengalaman sangat bermanfaat bagi pengetahuan praktis di kemudian hari.
4. Pengambilan Keputusan Berdasarkan Fakta yaitu Pengambilan keputusan yang dibuat berdasarkan data empiris dan fakta nyata sehingga dapat memberikan keputusan yang valid sehingga tingkat kepercayaan terhadap pengambil keputusan dapat lebih tinggi. Istilah fakta perlu dikaitkan dengan istilah data dan informasi. Kumpulan fakta yang telah dikelompokkan secara sistematis dinamakan data. Sedangkan informasi adalah hasil pengolahan dari data. Dengan demikinan, data harus diolah lebih dulu menjadi informasi yang kemudian dijadikan dasar pengambilan keputusan.
5. Pengambilan Keputusan Berdasarkan Wewenang yaitu pengambilan keputusan yang berdasarkan atas wewenang/kedudukan yang dimiliki oleh seseorang yang menjadi pemimpin. Setiap orang yang menjadi pimpinan organisasi mempunyai tugas dan wewenang untuk mengambil keputusan dalam rangka menjalankan kegiatan demi tercapainya tujuan organisasi yang efektif dan efisien.
B. KEKUATAN DARI PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Kekuatan yang dibutuhkan dalam pembuatan keputusan individual dan kelompok
Sondang P. Siagian menyatakan bahwa ada tiga kekuatan yang selalu mempengaruhi suatu keputusan yang dibuat. Tiga kekuatan itu :
1. Dinamika individu di dalam organisasi. Sebuah organisasi merupakan sekumpulan dari beberapa individu. Individu-individu ini memiliki ide dan pemahaman yang sama dalam visi dan tujuan ke masa depan. Mereka membentuk organisasi dalam rangka mewujudkan visi dan tujuan masa depan yang menjadi impian dan cita-citanya. Pengaruh individu dalam organisasi sangat terasa hal ini terlihat pada pemimpinnya. Seorang pemimpin yang mempunyai kepribadian yang kuat, pendidikan yang tinggi, pengalaman yang banyak akan memberi kesan dan pengaruh yang besar terhadap bawahannya dalam rangka mewujudkan visi dan tujuan tersebut. Pemimpin yang baik akan selalu membimbing anggota organisasinya untuk membuat keputusan yang mengarah kepada kepentingan organisasi dan bukan pada kepentingan individu yang menunjukkan keinginan pribadi seorang.
Faktor – faktor yang dapat mendukung dinamika individu dalam organisasi adalah sbb :
a. Rasa tanggung jawab yang baik secara individu maupun kolektif. Setiap anggota organisasi yang menyadari makna tanggung jawab individu dan kolektif sangat menguatkan keputusan yanng diambil dalam organisasi. Kekutatan keputusan ini dapat memperlancar dalam menjalankan rencana kerja dan meraih visi dan misi yang telah ditetapkan.
b. Apa yang sudah dipelajari individu dalam organisasi harus segera diaplikasikan dalam pekerjaan. Ilmu yang tidak diaplikasikan bagaikan kapas diterpa angin dan tidak ada bobot sama sekali. Ilmu yang baru saja dipelajari akan menunjukkan bobot dan nilai jika segera diaplikasikan. Nilai tersebut dapat dilihat dari rencana-proses-hasil ketika mengaplikasikan ilmu itu.
c. Menjalankan teknik akselerasi. Artinya sebisa mungkin mendukung kegiatan setiap individu agar proses berorganisasi terjadi dengan lebih cepat dan baik. Setiap individu anggota organisasi harus menyadari bahwa mereka satu sama lain saling berhubungan dan bekerja sama. Teknik akselerasi yang ada di dalam organisasi adalah kerjasama dan sikap saling mendukung satu sama lain. Teknik akselerasi ini harus selalu dikembangkan pada individu supaya saling mendukung dan membantu anggota organisasi ketika memiliki rencana dan program kerja. Atas dukungan yang diberikan maka rencana dan program kerja akan berhasil.
d. Rencana pengembangan personal artinya individu harus mengerti bahwa sebuah organisasi tidak dapat menjamin mereka tentang lapangan pekerjaan seumur hidup namun organisasi dapat membantu individu untuk mengembangkan karir mereka. Harus ada kerjasama antara organisasi dan individu untuk menciptakan pengembangan karir jangka panjang.
e. Tersedia kesempatan yang seluas – luasnya untuk mengembangkan karir. Karir anggota individu di dalam organisasi dapat berkembang dilihat dari kemampuan dirinya dalam membuat keputusan. Keputusan yang diambil selalu membawa muatan kepentingan organisasi. Dari kemampuan tersebut secara tidak langsung individu tersebut dapat memimpin realisasi program kerja maupun organisasi itu.
f. Pembelajaran individu harus dihubungkan kepada pembelajaran organisasi secara struktur dan lebih eksplisit agar sinergis. Pembelajaran individu dan pembelajaran organisasi harus sejalan supaya tidak ada konflik yang akhirnya menggangu perkembangan satu sama lain. Keselarasan pembelajaran individu dan organisasi dalam penerapannya selalu berpedoman pada visi dan misi organisasi maka keselaran ini secara langsung dapat membuat organisasi semakin kuat dan berkembang.
2. Dinamika kelompok orang-orang di dalam organisasi. Dinamika kelompok berasal dari kata dinamika dan kelompok. Dinamika berati interaksi atau interdependensi antara kelompok satu dengan yang lain, sedangkan kata Kelompok adalah kumpulan individu yang saling berinteraksi dan mempunyai tujuan bersama. Dinamika kelompok adalah suatu kelompok yang terdiri dari dua atau lebih individu yang memiliki hubungan psikologis secara jelas antara anggota satu dengan yang lain dan berlangsung dalam situasi yang dialami. Dinamika kelompok mempunyai pengaruh besar dalam rangka mengembangkan dan membuat rencana organisasi berhasil. Untuk mewujudkan ini maka pemimpin organisasi hendaknya mengusahakan agar kelompok di dalam organisasi dapat lebih cepat berkembang menjadi dewasa. Berkembang dan mengarahnya kelompok organisasi ke arah semakin dewasa memberikan keuntungan bagi organiasi dalam rangka menerapkan rencana kerja dan mewujudkan visi dan misi.
Fungsi dari dinamika kelompok itu antara lain:
a. Membentuk kerjasama saling menguntungkan dalam mengatasi persoalan hidup. Kelompok-kelompok organisasi yang dapat bekerjasama dan saling membantu dalam menjalankan rencana kerja maka akan mempermudah dalam mengatasi persoalan organisasi. Persoalan yang seharusnya dipecahkan dan ditanggung oleh satu atau sebagian kelompok akan menjadi mudah pemecahan dan penyelesaiannya ketika semua kelompok terlibat bekerjasama saling membantu. Kerjasama ini harus selalu ditanamkan dan dikembangkan di dalam organisasi tersebut agar kedewasaan kelompok semakin matang..
b. Memudahkan pekerjaan. Dinamika kelompok yang dapat berjalan dengan baik di mana masing-masing kelompok dapat memberikan informasi dan kontribusi positif bagi kelompok yang lain maka secara langsung pekerjaan dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu. Informasi dan kontribusi yang diberikan oleh satu kelompok merupakan bahan atau sumber modal kerja bagi kelompok yang lainnya. Ketidakatifan salah satu kelompok dalam sebuah organisasi dapat membuat organisasi tersebut berhenti berkerja dikarena informasi maupun kelompok kerja tidak bisa diandalkan. Kerjasama kelompok yang baik dan konsisten dengan rencana kerja dapat meningkatkan kinerja organisasi. Kinerja yang harmonis dalam organisasi bukan saja hanya akumulasi keahlian dan pengetahuan individu dalam kelompok tetapi hasil dari keseluruhan keahlian anggota kelompok yang bekerja sebagai satu kesatuan yang tidak terpisah dalam rangka meningkatkan kinerja organisasi.
c. Mengatasi pekerjaan yang membutuhkan pemecahan masalah dan mengurangi beban pekerjaan yang terlalu besar sehingga selesai lebih cepat, efektif dan efisien. Kelompok-kelompok kecil yang dibentuk di dalam organisasi memiliki tujuan untuk memperlancar kerja organisasi. Salah satu tujuan adanya kelompok kecil adah pembagian pekerjaan sesuai bagian kelompoknya masing-masing atau sesuai keahlian. Keuntungan dengan pembagian pekerjaan adalah : pekerjaan dan masalah tidak harus selalu diselesaikan di pusat, informasi mudah diperoleh karena setiap kelompok memiliki kontribusi sesuai dengan pembagian pekerjaan, keputusan dapat diambil cepat dan akurat, dan beban pekerjaan dapat dibagi sesuai berat ringannya sebuah kekerjaan.
d. Menciptakan iklim demokratis dalam kehidupan berorganisasi dengan memungkinkan setiap individu memberikan masukan, interaksi, dan memiliki peran yang sama dalam organisasi. Dinamika kelompok secara tidak langsung membangun sistem demokrasi yang baik di dalam sebuah organisasi melalui kelompok kecil ketika merumuskan rencana kerja dan memecahkan masalah ketika ada persoalan. Kemufakatan demokrasi lebih mudah dibuat di dalam kelompok kecil dari pada lingkup organisasi yang besar. Hal ini bisa terjadi karena tiap anggota kelompok kecil mudah untuk disatukan visi, misi, tujuan, pemecahan masalah.
3. Dinamika lingkungan organisasi. Pengaruh lingkungan juga memegang peranan yang cukup penting untuk diperhatikan. Antara organisasi dan lingkungan itu saling mempengaruhi. Dinamika lingkungan organisasi tersebut dapat dilihat dibawah ini.
a. Dinamika lingkungan organisasi internal, dinamika internal yang mempengaruhi dalam pengambilan keputusan adalah: Adanya visi, misi, paradigma dan filosofi baru di dalam organisasi, Perubahan strategi organisasi yang baru, Dilakukannya redefinisi tentang core bussinis, Dilakukannya restrukturisasi dan reengineering organisasi, Kondisi sumber daya manusia dalam organisasi, Perubahan budaya organisasi dan kegiatan utama organisasi.
b. Dinamika lingkungan organisasi eksternal, dinamika eksternal yang mempengaruhi dalam pengambilan keputusan meliputi 4 unsur yaitu kondisi skala lokal, nasional, regional dan Internasional. Dari keempat unsur tersebut dapat dirangkum hal-hal yang memberi pengaruh pada pengambilan keputusan seperti : Situasi politik, nilai-nilai sosial, etika dan budaya di masyarakat, Perubahan kondisi pasar dan konsumen, Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Adanya peraturan dan undang-undang baru dari pemerintah.
 BAB III
PENUTUP

III.1 KESIMPULAN

Dalam kehidupan sehari-hari manusia selalu terlibat dalam berbagai persoalan dan mengambil keputusan dari berbagai macam persoalan. Bagi para manajer pengambil keputusan dan pemecahan persoalan maupun tugas yang penting dalam karirnya. Berhubungan dengan itu tidak heran bila kebanyakan manajer aktif dalam mencari cara untuk menambah kemampuan dan keahlian yang efektif dalam penampilan dalam bidang usahanya. Kebanyakan usaha dari pada perbaikan penambahan diri sendiri itu. Berhubungan langsung dengan memperbaiki cara pengambilan keputusan dan kempuan pengambilan keputusan.

III.2 SARAN
Pengambilan keputusan harus diambil berdasarkan fakta – fakta yang telah dikumpulkan, dan harus brdasarkan keputusan bersama agar mencapai tujuan yang benar.


DAFTAR PUSTAKA

http://eprints.undip.ac.id/.../Pengambilan_Keputusan_-_AYUN_S...
http://id.shvoong.com/business-management/management/2167272-pengambilan-keputusan/#ixzz2JMKV2iA3

sistem pengendalian intern

SISTEM PENGENDALIAN INTERN


BAB I
PENDAHULUAN

I.1 LATAR BELAKANG
Pengendalian internal adalah rencana, metoda, prosedur, dan kebijakan yang didesain oleh manajemen untuk memberi jaminan yang memadai atas tercapainya efisiensi dan efektivitas operasional, kehandalan pelaporan keuangan, pengamanan terhadap aset, ketaatan/kepatuhan terhadap undang-undang, kebijakan dan peraturan lain.
I.2 TUJUAN
1. Tujuan suatu instansi yang ditetapkan akan dapat dicapai.
2. Laporan keuangan yang dihasilkan dapat dipercaya.
3. Kegiatan sejalan dengan hukum dan peraturan yang berlaku.

BAB II
ISI
Implementasi sistem pengendalian intern (SPI) bukan hanya dalam bentuk pengawasan. Melainkan gabungan berbagai elemen yang berbeda. Agar sistem pengendalian intern bisa berfungsi dengan efektif, minimal terdiri dari empat elemen utama yang berjalan sinergis—saling melengkapi dan saling mendukung. Berfungsi efektif yang saya maksudkan adalah mampu meminimalisir potensi penggelapan, pencurian dan bentuk penyelewengan lainnya hingga ke titik terendah.
Untuk bisa efektif, pengendalian intern minimal harus mengandung empat elemen terpenting di bawah ini:
Prosedur Dan Kebijakan Yang Mengikat Dan Jelas
Ini fundamental sifatnya. Tidak boleh tidak, harus ada. Tanpa prosedur dan kebijakan yang jelas, pegawai tidak akan tahu mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dilakukan. Prosedur harus mengikat, dalam artian setiap perilaku yang tidak sesui dengan prosedur akan diganjar hukuman. Prosedur haru jelas, tidak multi tafsir, tidak memiliki celah untuk memungkinkan terjadinya pelanggaran.
Misalnya: Untuk menerima barang dari pemasok/vendor, bagian receiving harus:
  • Membandingkan “Surat Jalan” vs. “Purchase Order” vs “Physical Check”, untuk memastikan barang yang diterima sudah sesuai pesanan, dan surat jalan sudah sesuai kenyataan. 
  • Bila ada perbedaan, maka petugas receiving harus menghubungi bagian pembelian untuk kemudian diteruskan ke vendor. Vendor harus mengirimkan barang yang sesuai dengan PO selambat-lambatnya dalam waktu 24 jam. Bila tidak pesanan dibatalkan.
  • Apakah harus persis sama atau ada toleransi? Apakah ada pengecualian? Kalau ada pengecualian atas apa dan siapa yang berwenang memberikan approval untuk menerima perbedaan itu?
  • Bila ketiganya sudah sama, maka petugas receiving harus memasukan data penerimaan, mencetak receiving slip, di staple jadi satu, untuk kemudian dikirimkan ke bagian accounting 
  • dan seterusnya.
Bila ada perbedaan antara ketiga dokumen itu tetapi petugas receiving tidak menghubungi bagian pembelian, atau bagian pembelian tidak menindaklanjuti, atau menerima perbedaan tanpa approval dari pejabat yang berwenang, maka siapapun yang melanggar harus mendapat hukuman. Tanpa itu, prosedur akan cenderung dilanggar. Semua itu dituangkan di dalam sebuah prosedur dan kebijakan. Dan semua aktvitas (di semua wilayah operasional persahaan), harus memilik prosedur dan kebijakan yang mengikat, dan jelas.
Bayangkan kalau tidak ada prosedur, bukan saja membuat potensi penggelapan/pencurian/penyelewengan menjadi tinggi, tetapi juga membuat banyak waktu habis ditengah jalan hanya untuk bolak-balik menjalankan satu proses aktivitas, karena pegawai tidak tahu pasti harus berbuat apa.
Piranti (Peralatan) Yang Memadai
Piranti di sini bisa jadi berupa komputer, device tertentu (misalnya mesin finger print untuk absensi, atau scanner barcode untuk penerimaan barang dan pencatatan persediaan yang akurat, body-scanner untuk memeriksa orang yang keluar masuk dari lokasi perusahaan, camera CCTV, brankas dengan locker digital dan manual, alat penimbang, stempel digital yang dilengkapi dengan alat anti duplikasi, dll). 
Peranan piranti sangat besar. Piranti dimaksudkan untuk 2 tujuan utama berikut ini:
  • Memastikan prosedur dan kebijakan berjalan dengan mulus tanpa hambatan.
  • Menutup celah peluang terjadinya penggelapan/pencurian/penyelewengan.
Tentu tidak semua wilayah/bagian, tidak semua alur, tidak semua proses harus dilengkapi dengan piranti khusus, tetapi 5 wilayah paling rawan yang sudah saya sampaikan di tulisan sebelumnya (baca lagi) harus.
Pengawasan Terus-Menerus
Dari pengamatan selama ini, saya lihat hampir semua perusahaan sudah melakukan pengawasan. Hanya saja, masih dilakukan secara parsial, cenderung berfokus di beberapa wilayah saja, misalnya: Pengawasan Kas atau Barang Persediaan. Padahal potensi penggelapan, pencurian dan penyelewengan bisa teradi dimana saja. Hal yang jarang disadari, seringkali kebocoran di suatu wilayah sumber celahnya justru berada di wilayah lainnya. Sehingga akar masalah menjadi tidak pernah tersentuh.
Misalnya:
Perusahaan hanya fokus mengawasi bagian kas dan utang. Saat ditelusuri jelas semua pencatatan telah dilakukan dengan benar, bukti pendukung lengkap. Angka utang dengan kas keluar sudah sama, catatan utang dengan bukti pendukung (PO, tanda terima dan nota tagihan) juga sama. Apakah itu berarti sudah tidak mungkin terjadi lebih bayar ke vendor? Di atas kertas kelihatannya iya. Kenyataannya? Mungkinkah nota penerimaan barang (receiving slip) tidak sesuai dengan kenyataan barang yang diterima? Sudahkan orang penerimaan melakukan pemeriksaan fisik?
Oleh sebab itu, pengawasan harus bersifat menyeluruh. Tidak parsial.
Seperti telah saya bahas di tulisan saya sebelumnya bahwa, mustahil pengelola usaha mampu melakukan pengawasan terus menerus. Perlu cara tertentu untuk membuat agar pengawasan bisa berjalan dengan sendirinya. Caranya?  Saya akan bahasa ditulisan saya berikutnya, pada saat saya membahas pengendalian intern pada masing-masing wilayah dengan kustomisasi.
Evaluasi Berkala
Elemen yang tak kalah pentingnya adalah evaluasi berkala. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah sistem pengendalian yang diimplementasikan sudah berjalan efektif atau belum. Evaluasi dilakukan dengan melakukan infeksi dan audit di semua wilayah tentunya. Lalu bandingkan dengan hasil inspeksi/audit sebelumnya. Apakah tingkat kebocoran/kehilangan/penggelapan menurun atau tidak? Jika tidak, dimana kelemahannya. Apakah prosedur dan kebijakan perlu diubah? Apakah piranti perlu ditambah/dimoderenisasi?
Mengenai waktu pelaksanaan evaluasi, idealnya setiap akhir jam kerja, ata setiap menjelang akhir pekan. Hanya saja, proses evaluasi lumayan memakan waktu dan tenaga. Tentunya persahaan bisa melakukannya sesuai dengan tingkat urgensi. Misalnya: saat frekwensi kejadian cukup tinggi, mungkin evalasi perlu dilakukan setiap hari/minggu. Tetapi saat frekwensinya rendah, makan evaluasi bisa dilakukan setiap bulan.
Jika empat elemen terpenting ini sudah ada pada sistem pengendalian intern perusahaan, masing-masing elemen sudah dirancang sedemikian rupa (sesuai dengan kondisi, alur proses opersional perusahaan) dan bisa berjalan efektif, saya yakin masalah penggelapan, pencurian maupun penyelewengan bisa diminimalisir hingga ke titik terendah. Tentu. Berbicara selalu lebih mudah dibandingkan melaksanakan. Untuk itu, tidak ada cara lain selain melaksanakannya. Segala sesuatu berawal dari ide, pemikiran, dan kata-kata. Menjadi ada karena ide, pikiran dan kata-kata tersebut diwujudkan dalam tindakan.

BAB III
PENUTUP
III.1 KESIMPULAN
Pengendalian intern bukan hanya terdiri dari pedoman, kebijakan, formulir, namun dijalankan oleh orang dari setiap jenjang organisasi, yang mencakup dewan komisaris, manajemen dan personil lain. Pengendalian intern juga ditujukan untuk mencapai tujuan yang saling berkaitan yaitu pelaporan keuangan, kepatuhan dan operasi.
III.2 SARAN
Pengendalian intern diharapkan mampu memberikan keyakinan memadai, bukan keyakinan mutlak bagi manajemen dan dewan komisaris entitas. Keterbatasan yang melekat dalam semua sistem pengendalian intern dan pertimbangan manfaat serta pengorbanan dalam pencapaian tujuan pengendalian, menyebabkan pengendalian intern tidak dapat memberikan keyakinan mutlak.

DAFTAR PUSTAKA
Agoes,Soekrisno , 2004, AUDITING, Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta.

FLOW CHART

FLOW CHART

                
KONSUMEN

                   WAITER/SS
                         
     CHEF                   CASHIER

                               KONSUMEN